INDOZONE.ID - Banyak orang lupa melakukan pemblokiran STNK setelah menjual kendaraan. Padahal, langkah ini penting banget untuk melindungi diri dari berbagai risiko hukum dan finansial.
Pertama, kendaraan yang sudah dijual tapi belum diblokir tetap tercatat atas nama Anda. Artinya, kalau pemilik baru melanggar lalu lintas atau menunggak pajak, surat tilangnya bisa dikirim ke alamat kamu.
Selain itu, pemblokiran juga membantu menghindari pengenaan pajak progresif, yang bisa bikin tagihan pajak kendaraan Anda membengkak.
Syarat Dokumen untuk Blokir STNK Online
Sebelum mulai prosesnya, pastikan kamu sudah menyiapkan dokumen berikut:
KTP dan Kartu Keluarga (KK) pemilik kendaraan
STNK dan BPKB kendaraan
Bukti jual beli kendaraan atau kwitansi pembayaran
Surat kuasa bermaterai (jika diwakilkan)
Surat pernyataan yang bisa diunduh di situs bapenda.jakarta.go.id
Setelah semua dokumen lengkap, kamu bisa lanjut ke tahap pengajuan pemblokiran lewat layanan daring.
Baca juga: STNK Diblokir ETLE? Ini Penyebab, Ciri dan Cara Membukanya
Cara Blokir STNK Secara Online
Prosesnya cepat dan mudah, cukup lewat browser di ponsel atau laptop. Berikut langkah-langkahnya:
1. Kunjungi situs pajakonline.jakarta.go.id.
2. Registrasi menggunakan NIK pemilik kendaraan.
3. Login ke akun Anda, lalu pilih menu PKB lalu Pelayanan Blokir Kendaraan.
4. Pilih nomor polisi kendaraan yang ingin diblokir.
5. Unggah seluruh dokumen yang sudah disiapkan.
6. Periksa kembali data, lalu klik Kirim.
Setelah itu, permohonan blokir STNK Anda akan diproses oleh pihak Samsat.
Cara ini berlaku untuk wilayah Jakarta. Untuk daerah lain, kamu bisa menggunakan aplikasi atau situs resmi Bapenda/Samsat masing-masing provinsi.
Cara Cek Status STNK yang Sudah Diblokir
Ingin memastikan apakah STNK sudah benar-benar diblokir? Ada dua cara mudah:
1. Cek Online
Masuk ke situs E-Samsat wilayah Anda, seperti:
E-Samsat Jakarta
Bapenda Jatim
Bapenda Jabar
Masukkan nomor polisi dan data kendaraan, lalu klik pencarian. Status pemblokiran akan langsung muncul di layar.
2. Cek di Samsat Langsung
Datangi kantor Samsat terdekat dengan membawa KTP dan dokumen kendaraan. Petugas akan membantu mengecek status STNK Anda apakah sudah diblokir atau masih proses.
Risiko Jika STNK Tidak Diblokir
Mengabaikan pemblokiran STNK bisa bikin masalah baru, antara lain:
1. Kena Pajak Progresif Ganda
Kendaraan lama yang belum diblokir tetap tercatat sebagai milik Anda, sehingga pajak kendaraan baru akan lebih tinggi.
2. Dapat E-Tilang Padahal Sudah Jual Kendaraan
Kalau kendaraan digunakan untuk pelanggaran lalu lintas, surat tilang bisa dikirim ke alamat kamu.
3. Sulit Urus Administrasi Kendaraan Baru
Data kendaraan lama yang belum diperbarui bisa menghambat proses administrasi, termasuk pembelian atau balik nama kendaraan baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia