Senin, 13 OKTOBER 2025 • 09:30 WIB

5 Dampak Penggunaan Etanol Pada BBM Kendaraan yang Perlu Kamu Pahami, Bagus untuk Mesin?

Author

SPBU Pertamina. (Dok. Pertamina)

INDOZONE.ID - Belakangan ini, penggunaan bahan bakar yang dicampur dengan etanol mulai banyak dibicarakan.

Apalagi, setelah beberapa negara mulai menerapkan kebijakan penggunaan biofuel, untuk mengurangi emisi dan ketergantungan terhadap minyak bumi.

Di Indonesia, wacana penerapan BBM berbasis etanol juga semakin menguat, mengingat bahan ini bisa dihasilkan dari sumber nabati seperti tebu atau singkong. 

Tapi, sebelum kamu buru-buru menganggap etanol sebagai solusi ajaib, penting untuk tahu bahwa penggunaan etanol dalam bahan bakar kendaraan punya dampak positif dan negatif.

Nah, berikut ini adalah 5 dampak penggunaan etanol pada BBM kendaraan yang perlu kamu pahami, agar kamu bisa menilai apakah bahan ini benar-benar bagus buat mesin mobil atau motor kamu. Simak selengkapnya di bawah ini!

Dampak Campuran Etanol di BBM Kendaraan yang Harus Kamu Tahu

1. Membantu Mengurangi Emisi dan Lebih Ramah Lingkungan

Ilustrasi uji emisi pada knalpot mobi. (Dok. Auto2000)

Salah satu keunggulan utama dari etanol adalah sifatnya yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bensin murni. Etanol berasal dari bahan organik yang bisa diperbarui, seperti tebu atau jagung, sehingga kadar karbon yang dihasilkan saat pembakaran relatif lebih rendah.

Campuran bensin dengan etanol, misalnya E10 (10 persen etanol, 90 persen bensin), bisa membantu menurunkan emisi CO dan hidrokarbon yang keluar dari knalpot kendaraan.

Karena itulah, banyak negara maju seperti Brasil dan Amerika Serikat sudah lama menggunakan bioetanol sebagai bagian dari strategi energi bersih mereka.

2. Daya Bakar Lebih Bersih, Mesin Jadi Lebih “Sehat”

Ilustrasi pemeriksaan mesin mobil oleh teknisi. (Dok. Istimewa)

Etanol punya angka oktan yang lebih tinggi dibanding bensin biasa. Semakin tinggi angka oktan, semakin baik kemampuan bahan bakar menahan ketukan (knocking) di mesin.

Ini artinya, pembakaran di ruang mesin bisa terjadi dengan lebih sempurna dan stabil.

Baca juga: Soal Campuran Etanol di BBM, Guru Besar ITB: Menuju Energi Hijau

Efeknya, mesin jadi terasa lebih halus dan efisien, serta risiko kerak karbon di ruang bakar juga bisa berkurang. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat performa kendaraan lebih konsisten, terutama jika kamu rutin memakai bahan bakar dengan kualitas baik dan sesuai rekomendasi pabrikan.

3. Konsumsi BBM Jadi Sedikit Lebih Boros

Petugas SPBU mengisi BBM di mobil pelanggan (Dok.Pertamina)

Nah, ini salah satu sisi minusnya. Etanol memang lebih ramah lingkungan, tapi punya kandungan energi yang lebih rendah dibanding bensin murni. Artinya, untuk menghasilkan tenaga yang sama, mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak.

Jadi, kendaraan yang menggunakan campuran etanol tinggi (seperti E20 atau E30) biasanya akan mengalami penurunan efisiensi bahan bakar sekitar 5–10 persen.

Baca juga: Kandungan Etanol di BBM Berdampak Pada Performa Mesin? Begini Penjelasan Pakar

Buat pemakaian harian mungkin tidak terlalu terasa, tapi kalau kamu sering menempuh perjalanan jauh, konsumsi bensinnya bisa jadi lebih boros.

4. Bisa Menyebabkan Korosi pada Komponen Mesin Tertentu

Ilustrasi mengecek kondisi mesin mobil. (Freepik)

Etanol punya sifat menyerap air dari udara (higroskopis), dan ini bisa jadi masalah jika bahan bakar disimpan terlalu lama di tangki. Campuran air dan etanol bisa memicu korosi pada komponen logam, seperti pompa bahan bakar, injektor, dan saluran bahan bakar.

Baca juga: 6 Penyebab Motor Beat Hilang Kompresi, Wajib Periksa Bagian Ini!

Selain itu, komponen karet dan plastik tertentu juga bisa lebih cepat getas kalau tidak dirancang untuk tahan terhadap etanol.

Makanya, kendaraan modern biasanya sudah menggunakan material yang kompatibel dengan campuran etanol, sedangkan kendaraan lawas bisa jadi lebih rentan mengalami kerusakan.

5. Perlu Penyesuaian Teknologi Mesin

Mesin dual VVTI pada Toyota merupakan inovasi baru di dunia otomotif. (Auto 2000)

Penggunaan etanol dalam BBM nggak bisa dilakukan sembarangan. Pabrikan mobil biasanya sudah menentukan batas maksimal campuran etanol yang aman untuk mesinnya.

Misalnya, sebagian besar kendaraan modern bisa menerima campuran hingga E10 atau E20, tapi untuk campuran lebih tinggi seperti E85, dibutuhkan teknologi Flex Fuel yang memang dirancang khusus.

Baca juga: Daihatsu Rocky Hybrid Beneran Irit Bensin hingga 47,8 Km/Liter?

Kalau kendaraan kamu belum punya sistem injeksi dan sensor bahan bakar yang mendukung, penggunaan etanol tinggi justru bisa bikin sensor oksigen dan sistem pembakaran error, yang pada akhirnya menurunkan performa mesin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU