Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 09:00 WIB

UB Bongkar Penelitian Campuran Etanol ke BBM yang Sudah Ada Sejak 1980-an, Begini Hasilnya!

Author

Ilustrasi campuran etanol ke bbm. (freepik)

INDOZONE.ID - Universitas Brawijaya (UB) ternyata telah melakukan pengujian campuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk mesin kendaraan jauh-jauh hari. 

Hasil pengujian yang dilakukan sejak tahun 1980 hingga riset terbarunya menyimpulkan, jika etanol dalam BBM aman untuk mesin dan malah menaikkan kualitas BBM itu sendiri.

Hal tersebut dibeberkan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Prof Wardana yang mengatakan bahwa riset sudah dilakukan UB sejak tahun 1980-an dengan mencampur etanol sebanyak 20 bahkan sampai 30 persen ke dalam BBM.

"Kalau gasohol (gasoline alcohol) itu tahun 80-an, ya. Jadi waktu itu kita dapat dana besar dari BBBT, dari Pak Habibie, lewat BBBT juga. Tujuannya untuk menguji etanol 20 persen yang dicampur ke bensin," kata Prof. Wardana seperti dikutip pada Jumat (17/10/2025).

Baca juga: Campuran Etanol 10 Persen di BBM, Aman Nggak Buat Mesin Kendaraan? Ini Kata Ahli

Dikatakannya, riset itu didasari potensi besar Indonesia dalam memproduksi etanol dari bahan baku singkong. 

Sayangnya, program tersebut tidak berlanjut lantaran harga bahan bakar fosil di dalam negeri terlalu murah pada masa itu.

Di sisi lain, penelitian kala itu mendapat dukungan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di bawah arahan BJ Habibie. 

Berbeda dengan kondisi saat ini, Wardana menilai kondisi sudah berubah dan menjadikan program biofuel kembali menjadi relevan.

"Sekarang kondisinya berbeda. Harga bahan bakar jadi mahal dan kita sudah impor. Nah, idenya Pak Habibie waktu itu adalah mengganti bahan bakar dengan yang bersih, karena etanol itu bahan bakar yang bersih, tapi ya itu tadi, karena dulu harga BBM kita murah, programnya tidak jalan," ungkapnya.

Sedangkan kesimpulan atau hasil riset dari UB yang terbaru, dikatakannya menunjukan jika campuran etanol dalam bahan bakar malah meningkatkan efisiensi dan kualitas pembakaran mesin. Alasanya, campuran etanol membuat kadar oktan dalam BBM meningkat.

"Menurut hasil penelitian saya sekarang dengan mahasiswa S2, penambahan etanol justru meningkatkan kualitas bahan bakar. Jadi misalnya kita beli bahan bakar murah, lalu kita campur sendiri, kualitasnya bisa naik," tuturnya.

Baca juga: 5 Dampak Penggunaan Etanol Pada BBM Kendaraan yang Perlu Kamu Pahami, Bagus untuk Mesin?

Wardana kemudian juga membahas soal kebijakan pemerintah melalui Kementerian ESDM yang tengah menyiapkan mandatori E10 (etanol 10 persen) untuk bensin dan B50 (biodiesel 50 persen) untuk solar pada 2026. 

Langkah ini, menurutnya bisa mengurangi impor minyak 10 hingga 20 persen, karena sebagian besar bahan bakar yang diimpor digunakan untuk transportasi.

"Dengan menaikkan campuran biofuel hampir semua BBM yang kita impor itu untuk kendaraan. Jadi kalau kita pakai E10 atau B50, impor kita bisa turun 10 sampai 20 persen," kata Wardana.

Untuk diketahui, pemerintah saat ini tengah mendorong campuran etanol ke dalam BBM. Campuranya itu sendiri sebanyak 10 persen dan akan diberlakukan di seluruh SPBU.

Terobosan kebijakan ini menuai kritikan dari berbagai pihak maupun masyarakat. Ada yang setuju namun ada juga yang tidak setuju dan mempertanyakan keamanan mesin kendaraan jika menggunakan BBM bercampur etanol.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU