3 Tips Penting Merawat Motor Listrik yang Wajib Banget Diperhatikan supaya Awet dan Gak Cepat Rusak
INDOZONE.ID - Berpindah dari motor bensin ke motor listrik, memang memberikan banyak keuntungan. Mulai dari biaya operasional yang jauh lebih murah hingga suara mesin yang sangat senyap.
Namun, kamu perlu memahami bahwa, motor listrik memiliki karakteristik perawatan yang sangat berbeda dengan motor konvensional.
Kamu tidak perlu lagi memikirkan ganti oli mesin atau servis transmisi yang rumit, tetapi ada komponen vital yang jauh lebih sensitif.
Banyak pemilik baru yang abai karena merasa motor listrik "bebas perawatan". Padahal, jika salah penanganan, komponen termahalnya bisa cepat rusak.
Cara Merawat Motor Listrik Supaya Tetap Awet dan Gak Gampang Rusak
1. Menjaga Pola Pengisian Daya Baterai dengan Benar
Baterai adalah jantung sekaligus komponen termahal dari motor listrikmu. Sebagian besar motor listrik saat ini menggunakan baterai jenis Lithium-ion yang memiliki siklus hidup tertentu.
Tips utama agar baterai awet adalah, jangan pernah membiarkan daya baterai menyentuh angka 0 persen atau benar-benar habis.
Kondisi kosong total dapat merusak sel baterai dan memperpendek usianya secara drastis.
Baca juga: Polytron Tekankan Keamanan Cell Baterai, Edukasi Konsumen Motor Listrik Jadi Prioritas
Sebaiknya, kamu mulai melakukan pengisian daya saat baterai berada di kisaran 20 persen dan menghentikannya di angka 80 persen hingga 90 persen untuk pemakaian harian.
Selain itu, hindari langsung mengisi daya sesaat setelah motor digunakan menempuh jarak jauh. Berikan waktu sekitar 15 hingga 30 menit, agar suhu baterai turun terlebih dahulu sebelum dicolokkan ke pengisi daya.
Suhu panas yang berlebih saat pengisian adalah, musuh utama kesehatan baterai kamu.
2. Perhatikan Kebersihan Area Dekat Dinamo (Motor Penggerak)
Meskipun motor listrik dirancang tahan air dan aman digunakan saat hujan, kamu tetap harus waspada saat mencuci atau melewati genangan air yang sangat tinggi.
Komponen dinamo atau motor penggerak biasanya terletak di area roda belakang (hub drive) atau di tengah rangka (mid drive). Area ini merupakan tempat di mana kabel-kabel tegangan tinggi bermuara.
Baca juga: 5 Cara Aman Naik Motor Listrik Saat Hujan Deras, Tetap Tenang dan Jangan Panik di Jalan!
Saat mencuci motor, hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi secara langsung ke arah dinamo, soket kabel, atau lubang pengisian daya.
Air yang dipaksakan masuk dengan tekanan tinggi, bisa menembus seal pelindung dan menyebabkan korosi pada konektor listrik atau bahkan korsleting.
Gunakan kain lap basah atau kanebo untuk membersihkan area sensitif tersebut agar sistem kelistrikan tetap terjaga dari kelembapan berlebih.
3. Lakukan Pengecekan Rutin pada Sistem Pengereman dan Ban
Karena motor listrik tidak memiliki suara raungan mesin, kamu akan lebih sering mendengar suara-suara kecil dari bagian kaki-kaki.
Selain itu, motor listrik umumnya memiliki torsi instan yang sangat besar, yang membuat beban kerja ban dan rem menjadi lebih berat dibandingkan motor biasa saat melakukan akselerasi dan deselerasi.
Kamu harus rutin mengecek ketebalan kampas rem, karena motor listrik cenderung lebih mengandalkan rem fisik (meskipun beberapa memiliki fitur regenerative braking).
Pastikan juga tekanan angin ban selalu berada pada angka ideal sesuai rekomendasi pabrikan.
Baca juga: Polytron Siap Luncurkan Motor Listrik Terbaru, Hadirkan Pilihan untuk Mobilitas Urban
Ban yang kempes akan menambah beban kerja motor penggerak, yang secara otomatis akan menguras daya baterai lebih cepat dan membuat motor bekerja lebih keras dari seharusnya.
Dengan memperhatikan ketiga poin di atas secara konsisten, motor listrik kamu tidak hanya akan berumur panjang, tetapi juga tetap efisien dalam penggunaan daya setiap harinya.
Merawat motor listrik sebenarnya lebih mudah, asalkan kamu disiplin dalam menjaga kesehatan sistem kelistrikannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polytron Official