Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 10:00 WIB

5 Tanda-tanda Shockbreaker Motor Matic Harus Diganti, Jangan Biarkan Kenyamanan Motormu Berkurang!

Author

Shockbreaker (INDOZONE/Wilfridus Kolo)

INDOZONE.ID - Shockbreaker punya peran penting dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan motor matic saat digunakan harian. Komponen ini bertugas meredam getaran dan menjaga ban tetap menempel sempurna di aspal, terutama saat melewati jalan bergelombang, polisi tidur, atau lubang.

Sayangnya, banyak pengguna motor matic yang sering menyepelekan kondisi shockbreaker sampai akhirnya kenyamanan berkendara menurun drastis. Padahal, ada beberapa tanda awal yang bisa kamu rasakan sebelum shockbreaker benar-benar rusak parah.

Kalau dibiarkan terlalu lama, shockbreaker yang sudah lemah bukan cuma bikin pegal, tapi juga bisa memengaruhi kontrol motor dan keselamatan. Supaya gak terlambat, ini dia lima tanda shockbreaker motor matic sudah waktunya diganti.

Ciri-ciri Shockbreaker Motor Matic Rusak dan Harus Segera Diganti

1. Motor Terasa Lebih Keras Saat Lewat Jalan Rusak

Ilustrasi shockbreakar motor (INDOZONE/Wilfridus Kolo).

Salah satu tanda paling terasa adalah bantingan motor yang jadi keras. Saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur, motor terasa seperti menghantam langsung tanpa redaman yang nyaman.

Getaran juga lebih terasa ke tangan dan pinggang. Ini menandakan kemampuan shockbreaker dalam meredam guncangan sudah menurun dan oli di dalamnya tidak bekerja optimal.

2. Motor Terasa Limbung atau Tidak Stabil

Driver ojol mengendarai MAKA Cavalry. (Dok. MAKA Motors)

Shockbreaker yang sudah lemah membuat motor terasa goyang, terutama saat menikung atau melaju di kecepatan menengah hingga tinggi.

Baca juga: 5 Kelebihan Motor Matic yang Double Shock, Jadi Lebih Empuk!

Motor terasa seperti mengayun dan kurang presisi mengikuti arah setang. Kondisi ini cukup berbahaya karena bisa mengurangi rasa percaya diri pengendara, apalagi saat jalan licin atau bergelombang.

3. Muncul Bunyi Aneh dari Area Suspensi

Shockbreaker motor (INDOZONE/Wilfridus Kolo)

Jika mulai terdengar bunyi “duk”, “gluduk”, atau suara berdecit dari area roda saat melewati jalan tidak rata, ini bisa menjadi sinyal shockbreaker bermasalah.

Bunyi tersebut biasanya muncul karena komponen di dalam shock sudah aus atau karet penyangga mulai rusak.

Baca juga: Mending Ban Tubeless atau Biasa untuk Motor Matic? Ini 5 Hal yang Harus Dipahami!

Kalau dibiarkan, bunyi akan semakin sering muncul dan kerusakan bisa merembet ke komponen lain.

4. Ada Kebocoran Oli pada Shockbreaker

Ilustrasi servis motor. (Freepik/ArthurHidden)

Coba perhatikan bagian tabung shockbreaker, terutama di bagian batangnya. Jika terlihat basah oleh oli atau ada bekas rembesan, itu tanda seal shock sudah tidak rapat.

Baca juga: Oli Gardan Motor Matic Habis Bikin Biaya Servis Mahal, Ini Dampak dan Ciri-Cirinya

Oli yang bocor membuat kinerja suspensi menurun drastis karena tidak ada tekanan yang cukup untuk meredam guncangan. 

Dalam kondisi ini, mengganti shockbreaker biasanya menjadi solusi paling aman.

5. Motor Terasa Amblas Saat Dinaiki atau Boncengan

Untuk kenyamanan, Yamaha Vixion 155 terbaru hadir dengan suspensi yang lebih stabil. (https://www.yamaha-motor.co.id/)

Shockbreaker yang masih sehat seharusnya bisa menopang beban dengan baik.

Baca juga: 5 Cara Merawat Kawasaki W175 Supaya Awet dan Makin Bertenaga selama Dipakai Riding Harian!

Jika motor terasa terlalu turun saat dinaiki, apalagi ketika berboncengan, itu tanda pegas dan sistem peredamnya sudah lemah. 

Efeknya, motor jadi gampang mentok dan terasa tidak nyaman untuk perjalanan jauh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wahana Honda

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU