INDOZONE.ID - Banyak pemilik mobil masih mikir servis itu cuma perlu kalau mobil sudah terasa rusak atau muncul bunyi aneh. Padahal, justru servis ringan yang dilakukan secara rutin, jadi kunci utama supaya performa mobil tetap enak dipakai, mesin awet, dan biaya perawatan gak membengkak di kemudian hari.
Servis ringan ini juga penting buat kamu yang sering pakai mobil harian atau mau perjalanan jauh, karena kondisi mobil yang prima bikin berkendara jauh lebih aman dan nyaman.
Kalau kamu pengin mobil tetap responsif, irit, dan gak rewel, lima komponen servis ringan ini wajib banget kamu perhatiin secara rutin. Simak selengkapnya di bawah ini!
Perawatan Ringan Mobil yang Harus Selalu Dilakukan Supaya Mesinnya Awet
1. Oli Mesin
Oli mesin jadi komponen paling krusial dalam servis ringan mobil. Fungsinya bukan cuma melumasi mesin, tapi juga membantu mendinginkan, membersihkan, dan melindungi komponen mesin dari gesekan berlebih.
Kalau oli jarang diganti, gesekan antar komponen mesin bakal makin besar dan bisa bikin performa turun drastis.
Idealnya, oli mesin diganti setiap 5.000 sampai 10.000 km tergantung jenis oli dan pola pemakaian. Mesin yang rutin ganti oli bakal terasa lebih halus, tarikannya ringan, dan lebih irit bahan bakar.
Jangan tunggu oli berubah jadi hitam pekat baru diganti, karena itu tandanya kualitas pelumas sudah jauh menurun.
2. Filter Udara
Filter udara sering disepelekan, padahal perannya besar banget buat performa mesin. Komponen ini bertugas menyaring udara yang masuk ke ruang bakar supaya tetap bersih dari debu dan kotoran.
Kalau filter udara kotor, suplai udara ke mesin jadi gak optimal dan bikin pembakaran jadi kurang sempurna. Efeknya, mobil terasa loyo, konsumsi BBM lebih boros, dan respons gas jadi lambat.
Baca juga: Simak, Ini 6 Manfaat Merawat Filter Udara Mobil yang Harus Kamu Ketahui!
Filter udara sebaiknya dicek setiap servis ringan dan dibersihkan atau diganti jika sudah terlalu kotor. Dengan filter udara bersih, mesin bisa bernapas lega dan performanya tetap maksimal.
3. Busi
Busi punya peran penting dalam proses pembakaran di mesin. Komponen kecil ini bertugas memercikkan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.
Kalau busi sudah lemah atau kotor, pembakaran jadi tidak sempurna dan bikin mesin brebet, susah hidup, atau tenaga terasa hilang.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Busi Motor Harus Diganti yang Harus Kamu Perhatikan
Servis ringan sebaiknya selalu menyertakan pengecekan busi. Biasanya busi perlu diganti setiap 20.000 sampai 40.000 km, tergantung jenis dan kondisi pemakaian. Busi yang sehat bikin mesin lebih responsif, idle stabil, dan tarikan terasa lebih enteng.
4. Kampas Rem
Walaupun masuk kategori servis ringan, pengecekan kampas rem gak boleh ditunda-tunda. Rem berhubungan langsung dengan keselamatan, jadi kondisinya harus selalu optimal. Kampas rem yang mulai menipis, biasanya ditandai dengan bunyi decit atau jarak pengereman yang makin panjang.
Baca juga: Selain Bau Hangus, Ini 5 Ciri-ciri Kampas Rem Mobil Gosong yang Harus Kamu Pahami dan Deteksi!
Dengan rutin mengecek kampas rem, kamu bisa mencegah kerusakan pada piringan atau tromol rem yang biayanya jauh lebih mahal. Rem yang terawat juga bikin kamu lebih percaya diri saat berkendara, terutama di kondisi macet atau jalan menurun.
5. Aki Mobil
Aki sering baru diperhatikan saat mobil susah distarter. Padahal, aki adalah sumber utama listrik untuk sistem pengapian, lampu, AC, dan berbagai fitur elektronik lainnya. Dalam servis ringan, kondisi aki wajib dicek, mulai dari tegangan, terminal, sampai kebersihannya.
Baca juga: Kapan Waktu Ganti Air Aki Mobil yang Tepat? Simak Penjelasan Lengkap yang Harus Kamu Pahami!
Aki yang mulai lemah bisa bikin starter berat, lampu redup, dan fitur elektronik gak bekerja maksimal. Dengan rutin mengecek aki, kamu bisa menghindari kejadian mogok mendadak yang bikin ribet, apalagi kalau terjadi di jalan atau saat buru-buru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000