Rabu, 07 JANUARI 2026 • 09:26 WIB

Jangan Tertipu Tampilan, Ini 7 Ciri Motor Bekas Pernah Tabrakan

Author

Ilustrasi motor bekas. (olx.co.id)

INDOZONE.ID - Motor bekas yang pernah tabrakan tak selalu terlihat rusak dari luar. Selain bodi baret, ada tanda-tanda tersembunyi yang sering luput dari perhatian. Mulai dari panel tak rata hingga rangka bermasalah.

Motor bekas pun masih jadi pilihan favorit anak muda karena harganya lebih ramah di kantong.

Masalahnya, motor bekas tabrak tidak selalu menunjukkan bekas yang jelas. Beberapa kerusakan justru ada di bagian yang tak bisa dilihat sekilas.

Oleh karena itu, penting banget nih untuk lebih jeli, sebelum memutuskan membeli motor bekas incaran.

Baca juga: 5 Tips Beli Motor 2 Tak Bekas yang Perlu Kamu Kuasai, Wajib Periksa Detail Luar dan Dalam!

Berikut 7nCiri Motor Bekas yang Pernah Alami Tabrakan melansir Ibid Astra

1. Bodi Baret dan Lecet Tak Wajar

Tabrakan ringan maupun berat hampir pasti meninggalkan jejak di bodi motor. Baret, lecet, atau goresan biasanya muncul di area balancer, ujung setang, hingga cover mesin.

Perhatikan juga posisi footstep. Jika terlihat bengkok ke atas saat dilihat dari depan atau belakang, itu bisa jadi tanda motor pernah terlibat benturan.

Baca juga: 7 Motor Bekas Murah di Bawah Rp20 Juta, Cocok Dipakai Sehari-hari

2. Panel Bodi Tidak Rata

Panel bodi yang tampak tidak presisi atau renggang patut dicurigai. Biasanya ini terjadi karena kancing panel patah atau rusak akibat benturan keras.

Motor yang belum pernah jatuh umumnya punya panel yang rapat dan simetris. Kalau terlihat “aneh”, sebaiknya jangan langsung percaya tampilan luarnya.

3. Bekas Gesekan di Mesin

Jika motor pernah mengalami kecelakaan pada kecepatan tinggi dan terseret, bekasnya sering muncul di blok mesin kiri atau kanan.

Bekas gesekan ini sulit disamarkan. Pengecatan ulang atau las biasanya tidak bisa mengembalikan bentuknya seperti standar pabrik.

Hal ini salah satu ciri motor bekas tabrak yang paling jujur.

4. Bekas Las di Segitiga Setang

Segitiga setang berfungsi sebagai dudukan suspensi dan roda depan. Saat terjadi benturan keras, bagian ini sering terdorong ke belakang hingga roda mendekati mesin.

Meski bisa diperbaiki dengan cara dipress, biasanya akan terlihat bekas las. Efeknya, setang terasa tidak presisi dan bahkan bisa bergetar saat motor dikendarai.

5. Baut Tidak Presisi

Cek kondisi baut di beberapa bagian motor. Baut yang sudah “termakan” obeng atau kunci menandakan motor pernah dibongkar.

Pembongkaran ini bisa terkait dengan perbaikan rangka, panel, atau cat ulang akibat kecelakaan.

Pada motor bekas normal, baut biasanya masih terlihat rapi dan presisi.

6. Pelek Peang atau Retak

Tabrakan cukup parah sering berdampak ke pelek depan. Jika pelek terlihat peang atau retak, kenyamanan berkendara pasti terganggu.

Motor akan terasa oleng dan tidak stabil, terutama saat melaju di kecepatan menengah hingga tinggi.

7. Roda Tidak Sejajar

Ciri motor bekas tabrak lainnya adalah roda depan dan belakang tidak satu garis lurus. Ini biasanya disebabkan rangka yang sudah tidak simetris.

Masalah rangka bukan hal sepele. Selain memengaruhi handling, kerusakan ini juga berdampak ke keselamatan jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ibid Astra

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU