INDOZONE.ID - Membeli Honda Freed bekas adalah keputusan cerdas, untuk mendapatkan kenyamanan MPV premium dengan harga terjangkau.
Namun, karena usia mobil yang rata-rata sudah di atas 10 tahun, mesin 1.5L i-VTEC andalannya tetap membutuhkan perhatian ekstra agar performanya tidak loyo dan tetap irit BBM.
Jangan sampai, mobil idaman ini justru sering "jajan" ke bengkel karena kelalaian perawatan. Berikut adalah 5 cara merawat mesin Honda Freed bekas agar tetap halus dan bertenaga seperti baru.
Tips Ngerawat Mesin Honda Freed Bekas Supaya Awet
1. Disiplin Mengganti Oli Mesin dan Gunakan Spesifikasi yang Tepat
Mesin i-VTEC Honda sangat sensitif terhadap kualitas pelumasan. Karena usia mesin yang sudah tidak muda lagi, sangat disarankan untuk mengganti oli setiap 5.000 km atau maksimal 6 bulan.
Gunakan oli dengan viskositas yang direkomendasikan, biasanya 5W-30 atau 10W-40 tergantung kondisi keausan mesin.
Oli yang segar akan menjaga kebersihan valve i-VTEC, agar tetap presisi saat mengatur bukaan katup. Sehingga, tarikan mobil tidak terasa "ngeden" saat dipacu di tanjakan.
2. Perhatikan Kondisi Cairan Pendingin (Radiator Coolant)
Masalah klasik pada mobil bekas adalah, sistem pendinginan yang mulai berkerak. Honda Freed memiliki ruang mesin yang cukup padat, sehingga sirkulasi udara tidak se-plong mobil sedan.
Pastikan kamu selalu menggunakan Radiator Coolant berkualitas, bukan air tanah atau air keran yang bisa memicu karat.
Baca juga: Mengenal Fungsi Coolant di Mobil dan Interval Pergantiannya yang Harus Kamu Pahami
Cek kondisi selang-selang radiator dan pastikan tidak ada rembesan. Jika air radiator sering berkurang, segera periksa karena overheat pada mesin aluminium Honda bisa berakibat fatal (melengkung) pada kepala silinder.
3. Lakukan Carbon Clean Secara Berkala
Seiring pemakaian, ruang bakar mesin Freed pasti akan tertumpuk oleh sisa karbon (kerak bensin).
Kerak ini bisa menyebabkan gejala "ngelitik" atau knocking yang membuat konsumsi BBM jadi boros.
Baca juga: Kenali Perbedaan Tune Up dan Servis Berkala Kendaraan yang Harus Dipahami!
Lakukanlah Carbon Clean atau gurah mesin setiap 20.000 km. Proses ini akan merontokkan kerak di atas piston. Sehingga, kompresi mesin kembali padat dan respons mesin saat pedal gas diinjak jadi lebih instan.
4. Cek dan Bersihkan Throttle Body serta Sensor-Sensor
Penyebab Honda Freed terasa pincang atau idle tidak stabil biasanya bermula dari Throttle Body yang kotor oleh uap oli dan debu.
Selain itu, bersihkan juga sensor-sensor vital seperti sensor Mass Air Flow (MAF), atau sensor MAP menggunakan cairan pembersih khusus (contact cleaner).
Baca juga: Kenapa Honda Freed Bekas Masih Banyak Dicari? Ternyata Ini 5 Alasan yang Sering Jadi Pertimbangan!
Kebersihan jalur udara ini sangat krusial, agar campuran udara dan bensin tetap ideal, sehingga mesin tetap halus saat berhenti di lampu merah.
5. Rawat Transmisi Matic (AT) dengan Kuras Oli
Banyak pemilik Freed hanya fokus pada mesin dan lupa pada transmisinya.
Honda Freed menggunakan transmisi matik konvensional 5-percepatan yang sangat tangguh, namun ia butuh penggantian oli yang teratur.
Jangan hanya menambah oli, lakukanlah kuras oli matik (flushing) setiap 40.000 km.
Baca juga: Jangan Sampai Tertukar! Kenali Perbedaan Fungsi Oli Transmisi dan Oli Gardan
Oli matik yang bersih, akan menjaga perpindahan gigi tetap halus, dan mencegah kerusakan pada solenoid matik yang harganya cukup menguras kantong jika harus diganti.
Merawat Honda Freed bekas sebenarnya tidaklah sulit asalkan kamu konsisten. Dengan menjaga kualitas oli, kebersihan ruang bakar, dan kesehatan sistem pendingin, MPV pintu geser ini akan tetap setia menemani mobilitas keluargamu, tanpa kendala berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Honda Indonesia