INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa harus mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk memutar kemudi saat ingin parkir atau berbelok?
Kondisi setir mobil berat tentu sangat mengganggu kenyamanan, bahkan bisa membahayakan karena respons kendaraan menjadi lambat saat situasi darurat.
Bagi mobil modern yang sudah dilengkapi sistem Power Steering, setir seharusnya terasa ringan dan bisa diputar hanya dengan satu tangan.
Jika mendadak terasa kaku, jangan panik dulu. Berikut adalah 3 penyebab utama setir mobil berat dan cara mengatasinya dengan mudah.
Penyebab Stir Mobil Berat yang Harus Dipahami
1. Kurangnya Cairan Power Steering (Khusus Sistem Hidrolik)
Penyebab paling klasik pada mobil dengan sistem Hydraulic Power Steering (HPS) adalah berkurangnya oli atau cairan khusus penekan kemudi.
Cairan ini berfungsi menyalurkan tekanan untuk membantu meringankan beban putaran setir.
Jika volumenya berkurang akibat kebocoran pada selang atau seal, maka pompa tidak akan bekerja maksimal.
Baca juga: Jangan Dibiasakan! Ini 5 Penyebab Power Steering Mobil Rusak yang Harus Kamu Pahami
Cek tabung reservoir oli power steering di balik kap mesin. Jika berada di bawah garis "Min", segera tambahkan cairan yang sesuai spesifikasi pabrikan.
Kalau oli sering habis dalam waktu singkat, periksa area kolong mobil; apabila ada rembesan minyak, segera bawa ke bengkel untuk mengganti selang atau seal yang bocor agar pompa tidak ikut rusak.
2. Tekanan Angin Ban Terlalu Rendah
Banyak pengemudi yang langsung mencurigai kerusakan mesin, padahal masalahnya bisa jadi hanya terletak pada ban. Ban yang kempis atau kurang tekanan angin akan memiliki area kontak yang lebih lebar dengan aspal.
Hal ini menciptakan gaya gesek (friksi) yang sangat besar, sehingga beban yang harus dipikul oleh sistem kemudi menjadi jauh lebih berat.
Baca juga: Seberapa Penting Spooring Ban Mobil untuk Penggunaan Harian? Mending Simak daripada Boncos!
Untuk mengatasinya, langsung saja datang ke pengisian angin terdekat dan pastikan tekanan keempat ban mobilmu sesuai dengan standar pabrikan (biasanya tertera pada stiker di pilar pintu pengemudi).
Menjaga tekanan ban di angka 30-35 Psi tidak hanya meringankan setir, tapi juga membuat konsumsi BBM lebih irit.
3. Kerusakan pada Sistem Elektrik (EPS) atau Van Belt
Untuk mobil keluaran terbaru yang menggunakan Electric Power Steering (EPS), masalah biasanya bersumber pada motor listrik atau sensor. Namun, pada mobil yang masih menggunakan tali kipas (van belt), setir berat bisa disebabkan karena tali tersebut sudah kendur, retak, atau licin terkena air/oli, sehingga selip saat memutar pompa kemudi.
Jika mobilmu menggunakan sistem hidrolik, periksa ketegangan van belt, jika kendur, mintalah mekanik untuk mengencangkannya atau ganti jika sudah retak.
Sedangkan untuk sistem EPS, periksa indikator lampu "EPS" di dashboard. Jika menyala, cobalah untuk mematikan dan menyalakan kembali mesin (reset ringan).
Jika tetap berat, segera lakukan scanning komputer di bengkel resmi untuk mengecek modul atau sekring (fuse) sistem kemudi tersebut.
Setir mobil yang berat bukanlah masalah yang bisa disepelekan karena berkaitan langsung dengan kendali arah kendaraan. Dengan rutin mengecek tekanan ban, volume oli, dan kondisi tali kipas, kamu bisa mencegah kerusakan yang lebih mahal di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000