INDOZONE.ID - Inilah tanda-tanda ban kurang angin yang sering kali tidak disadari oleh pengendara. Padahal, tekanan ban yang tidak sesuai standar, bisa berdampak langsung pada kenyamanan, performa kendaraan, hingga keselamatan di jalan.
Banyak yang baru menyadari kondisi ban, saat sudah terjadi masalah serius, seperti ban aus tidak merata atau kendaraan terasa sulit dikendalikan. Yuk, simak tanda-tanda ban kurang angin.
4 Tanda Ban Kurang Angin
Baca juga: Yamaha Siaga Mudik Lebaran 2026, Ada Bengkel di 130 Titik
1. Kendaraan Terasa Tidak Stabil Saat Dikendarai
Salah satu tanda ban kurang angin yang paling mudah dirasakan adalah mobil atau motor terasa tidak stabil. Tekanan ban rendah membuat ban tidak mampu menopang beban kendaraan secara optimal.
Akibatnya, kendaraan terasa limbung, terutama saat melewati tikungan atau jalan bergelombang. Handling menjadi kurang presisi dan pengendalian terasa lebih sulit dari biasanya.
Jika merasakan gejala ini, sebaiknya segera periksa tekanan angin ban dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
Baca juga: Penyebab Motor Kadang Keluar Asap Putih, Kenali Perbedaan Normal, dan Gejala Kerusakannya!
2. Permukaan Ban Terlihat Kempis atau Tidak Rata
Ciri fisik ban kurang angin biasanya terlihat pada bagian bawah ban yang tampak lebih mendatar saat menyentuh permukaan jalan.
Ban terlihat sedikit kempis dan bentuknya tidak bulat sempurna. Kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan keausan yang tidak merata.
Jika dibiarkan, usia pakai ban akan lebih pendek dan risiko pecah ban saat berkendara makin besar. Memeriksa kondisi visual ban secara rutin bisa membantu Anda mendeteksi masalah lebih awal.
Baca juga: Bagaimana Cara Memperbaiki Rem Motor Kurang Pake? Simak Langkah-Langkahnya
3. Setir atau Kemudi Terasa Lebih Berat
Tanda lain ban kendaraan kurang angin adalah setir terasa berat saat dikendalikan. Hal ini biasanya lebih terasa ketika memutar arah atau saat melaju dengan kecepatan rendah.
Tekanan ban yang kurang meningkatkan gesekan antara ban dan permukaan jalan. Akibatnya, kemudi menjadi kurang responsif dan kendaraan terasa lebih sulit dikontrol.
Selain membuat pengemudi cepat lelah, kondisi ini juga bisa membahayakan keselamatan jika terjadi manuver mendadak.
Baca juga: Kenali Perbedaan Tune Up dan Servis Berkala Kendaraan yang Harus Dipahami!
4. Konsumsi BBM Jadi Lebih Boros
Ban kurang angin meningkatkan hambatan gulir (rolling resistance). Mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Jika merasa penggunaan BBM meningkat tanpa sebab jelas, bisa jadi tekanan ban tidak berada pada angka yang ideal.
Menjaga tekanan ban sesuai standar bukan hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga membantu efisiensi bahan bakar.
Baca juga: Simak Cara Menghilangkan Bekas Lem Stiker di Kaca Mobil!
Pentingnya Rutin Cek Tekanan Ban
Untuk mencegah risiko akibat ban kurang angin, sebaiknya lakukan pengecekan tekanan ban secara rutin, minimal satu kali dalam sebulan atau sebelum melakukan perjalanan jauh.
Pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi yang tertera di buku manual kendaraan atau stiker informasi di pintu mobil.
Tekanan yang tepat, performa kendaraan tetap optimal dan perjalanan pun menjadi lebih aman serta nyaman.
Baca juga: Remap ECU Kendaraan: Pengertian, Manfaat dan Cara Kerjanya yang Harus Dipahami
Jangan sampai menyepelekan tanda-tanda ban kendaraan kurang angin, karena dampaknya bisa berujung pada kerusakan serius bahkan kecelakaan di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daihatsu.co.id