INDOZONE.ID - Sebanyak 459.570 kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta, pada hari kedua Operasi Ketupat 2026, Sabtu (14/3/2026). Sementara angka kecelakaan lalu lintas naik 4,8 persen dibanding tahun lalu, tapi korban meninggal dunia justru turun 45 persen.
Data Operasi Ketupat Korlantas Polri pada hari kedua, tercatat baru sekitar 459.570 kendaraan yang keluar Jakarta. Sedangkan total proyeksi 3.671.028 kendaraan.
Masih ada sekitar 3,2 juta kendaraan atau 76,9 persen yang belum berangkat. Artinya, puncak kepadatan belum terjadi.
"Prediksi kami memang tanggal 14 dan 15 ada peningkatan, namun pada malam hari ini kami menyampaikan bahwa yang keluar ke Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan. Jadi, masih ada dari proyeksi keluar ke Jakarta itu 3.671.028 kendaraan, masih ada sekitar 3,2 juta ya, masih ada kurang lebih 76,9 persen," ujar Brigjen Pol Faizal, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, di Command Center Korlantas dikutip dari laman Korlantas, Minggu (15/3/2026).
Mayoritas kendaraan bergerak ke arah timur Pulau Jawa dan didominasi kendaraan pribadi. Pola ini konsisten dari tahun ke tahun, dan biasanya menjadi titik tekanan utama rekayasa lalu lintas.
Baca juga: Tips Mudik Lebaran Pakai EV dan PHEV dari Geely
Baca juga: Kemnaker Cek Kesehatan dan Kelelahan Pengemudi di 6 Kota demi Cegah Kecelakaan saat Mudik
Puncak Mudik Lebaran Diprediksi 18–20 Maret 2026
Korlantas memperkirakan lonjakan arus mudik terbesar akan terjadi pada Rabu (18/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026).
"Kemungkinan prediksi kami hari Rabu, Kamis, Jumat, itu akan terjadi lonjakan," ungkap Brigjen Pol Faizal.
Bagi yang punya fleksibilitas waktu, berangkat sebelum 18 Maret bisa jadi pilihan lebih aman. Jalanan lebih lengang, risiko terjebak macet panjang lebih kecil.
Sementara itu, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas memang meningkat 4,8 persen dibanding mudik 2025. Luka berat juga naik 28,3 persen.
Tapi korban meninggal dunia turun 45 persen.
"Korban meninggal dunia atau fatalitasnya turun 45 persen, ini bagus sekali. Semoga kami bisa pertahankan dan masyarakat juga bisa menyadari bahwa dengan fatalitas ini mereka akan lebih berhati-hati," ujar Brigjen Pol Faizal.
Penurunan fatalitas sebesar itu bukan angka kecil. Salah satu faktor yang disebut langsung berkontribusi adalah penempatan anggota Polri di lapangan secara masif sepanjang jalur mudik.
"Kejadian laka lantas memang ada peningkaran, tapi di sisi lain ada penurunan dari segi fatalitas atau korban meninggal dunia turun kurang lebih 45 persen. Artinya, keberadaan anggota kami di lapangan cukup memberikan dampak yang positif," ucapnya.
Dengan puncak mudik yang belum tiba, Korlantas mengeluarkan imbauan kepada pemudik untuk istirahat kalau lelah.
"Terkait masalah adanya peningkatan kecelakaan, kami tentunya mengimbau kepada seluruh pemudik agar jangan terlalu memaksakan diri, jaga emosi, gunakan rest-rest area yang ada di jalur-jalur, baik itu tol maupun arteri untuk menjadi tempat istirahat," ungkap Brigjen Pol Faizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Korlantas Polri