Selasa, 24 MARET 2026 • 10:47 WIB

9 Alasan Tarikan Gas Motor Kamu Lemot dan Delay

Author

Ilustrasi servis motor (Istimewa)

INDOZONE.ID - Tarikan gas motor yang delay atau tersendat bisa disebabkan oleh 9 faktor.

Mulai dari komponen kotor, setelan tidak pas, hingga kualitas BBM yang salah.

Sebagian bisa kamu cek dan tangani sendiri tanpa harus langsung ke bengkel.

Tarikan gas yang tidak responsif melibatkan beberapa sistem.

Udara, bahan bakar, pengapian, dan transmisi.

Berikut sembilan penyebab tarikan gas motor tidak stabil melansir laman Suzuki Indonesia.

Baca juga: Motor Terasa Berat? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

1. Filter Udara Kotor atau Tersumbat

Filter udara menyaring debu sebelum masuk ruang mesin.

Kalau tersumbat, campuran udara, bensin jadi kacau, pembakaran tidak sempurna, dan tenaga motor langsung loyo.

Solusinya bersihkan setiap 4.000–5.000 km.

Ilustrasi stang motor. (Freepik)

2. Injektor Kotor (Motor Injeksi)

Injektor yang kotor tidak bisa mengkabut bahan bakar dengan sempurna.

Akibatnya akselerasi terasa patah-patah, terutama di putaran bawah.

Lakukan injector cleaning setiap 10.000–20.000 km.

3. Karburator atau Skep Bermasalah (Motor Karburator)

Karburator kotor mengganggu pencampuran bahan bakar dan udara.

Skep yang aus atau kotor bergerak tidak lancar, gas terasa patah-patah saat ditarik dari putaran bawah ke menengah.

4. Kabel Gas Seret

Kabel yang kaku karena kotor atau kering membuat putaran handle tidak tersalurkan mulus ke mesin.

Sensasinya seperti ada hambatan saat kamu memutar grip.

Solusinya lakukan pelumasan berkala.

5. Busi Lemah atau Berkerak

Busi aus menghasilkan percikan api yang lemah.

Campuran udara-bensin tidak terbakar habis, tenaga hilang, motor boros.

Komponen murah yang sering diabaikan sampai masalahnya parah.

6. Setelan Stasioner Tidak Pas

Stasioner terlalu rendah bikin mesin "tersedak" saat gas pertama dibuka.

Delay-nya paling terasa saat start dari lampu merah, transisi dari idle ke akselerasi tidak mulus sama sekali.

7. Tekanan Bahan Bakar Rendah (Motor Injeksi)

Fuel pump yang lemah tidak bisa mengalirkan bensin ke injektor dengan tekanan cukup.

Campuran jadi "kurus", akselerasi terasa hampa, terutama saat butuh respons tiba-tiba.

8. Kualitas BBM Rendah

Isi bensin oktan rendah secara rutin meninggalkan kerak di ruang bakar, busi, dan injektor.

Efeknya tidak instan, tapi akumulasinya nyata.

Untuk motor berkompresi tinggi, oktan rendah bukan penghematan, tapi biaya perbaikannya bisa jauh lebih mahal.

9. V-Belt atau Kampas Kopling Aus (Motor Matic)

V-belt tipis atau licin bikin tenaga tidak tersalurkan sempurna ke roda.

Mesin meraung, tapi laju tidak bertambah.

Ganti v-belt setiap 20.000–25.000 km sebelum gejalanya makin parah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzuki Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU