INDOZONE.ID - Setelah melakukan perjalanan jauh seperti libur dan mudik, kondisi ban mobil kamu belum tentu baik-baik saja.
Perjalanan mudik jarak jauh membuat ban bekerja jauh lebih keras dari biasanya, menanggung beban penumpang, barang, panas aspal, hingga jalan berlubang.
Ini saatnya cek ban mobil sebelum terlambat.
Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan.
Selama perjalanan, komponen ini menghadapi kombinasi tekanan yang tidak ringan.
Jarak tempuh panjang, suhu tinggi, beban berlebih, dan permukaan jalan yang tidak selalu mulus.
Efeknya tidak selalu langsung terasa. Ban yang mulai bermasalah bisa muncul sebagai getaran di kemudi, suara bising saat melaju, atau penurunan kemampuan pengereman.
Baca juga: Motor Terasa Oleng Saat Jalan: Kenali Penyebabnya dari Depan hingga Belakang
Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, menjelaskan perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal.
“Pengecekan ban setelah mudik adalah langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal," ungkapnya.
Tiga Hal yang Wajib Dicek pada Ban Mobil Pasca Mudik
Tekanan Angin Ban.
Tusukan paku atau benda tajam kecil selama perjalanan panjang sering tidak langsung terasa, tapi bisa menyebabkan tekanan angin turun perlahan.
Ban yang kurang angin membuat dinding samping melentur berlebihan, menghasilkan panas ekstrem, dan meningkatkan risiko pecah ban.
Cek tekanan sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya tertera di pilar pintu. Jangan lupa cek ban serep juga.
Kondisi Fisik Dinding Samping.
Perhatikan ada tidaknya benjolan (bulging) akibat menghantam lubang, atau retakan halus (crack) akibat pemanasan berlebih. Kedua kondisi ini bukan sekadar masalah estetika — keduanya menandakan perubahan struktur ban yang bisa berbahaya jika dibiarkan.
Tingkat dan Pola Keausan
Keausan di bagian tengah atau sisi ban bisa mengindikasikan tekanan angin yang tidak sesuai. Keausan tidak merata bisa jadi tanda setelan spooring bergeser akibat kondisi jalan selama mudik. Ban yang aus lebih rentan tertusuk dan berisiko mengalami hidroplaning di jalan basah.
Spooring, Balancing, dan Rotasi
Setelah mudik, idealnya bukan hanya tekanan angin yang diperiksa. Spooring dan balancing membantu mengembalikan stabilitas kemudi dan memperpanjang usia pakai ban.
Rotasi ban juga disarankan untuk menyeimbangkan keausan antar keempat ban.
Kebanyakan orang baru ke bengkel kalau sudah ada gejala yang mengganggu.
Padahal kerusakan ban sering tidak terlihat dari luar, dan ketika sudah terasa, biasanya sudah terlambat untuk sekadar perbaikan kecil.
Bridgestone Indonesia menyebut jaringan ritel Toko Model (TOMO) mereka yang tersebar di lebih dari 400 titik di seluruh Indonesia bisa menjadi opsi untuk pengecekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bridgestone Tire Indonesia