Ilustrasi stang motor. (Freepik)
INDOZONE.ID - Motor yang terasa oleng atau tidak stabil saat dikendarai bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah ringan hingga kerusakan komponen penting.
Dengan memahami sumber masalahnya, pengendara bisa melakukan “diagnosis awal” sebelum membawa motor ke bengkel.
Pada bagian depan motor, salah satu penyebab paling umum adalah tekanan angin ban yang tidak sesuai. Ban yang kurang angin membuat permukaan kontak dengan jalan menjadi tidak stabil, sehingga motor terasa goyah saat melaju, terutama di kecepatan tinggi.
Selain itu, ban yang aus tidak merata atau “botak sebelah” juga bisa memicu oleng. Kondisi ini biasanya terjadi akibat pemakaian yang tidak seimbang atau masalah pada kaki-kaki motor.
Baca juga: Aduh! Pria Ini Lakukan Oleng Gerobak Motor Jualan Saat Melaju
Masalah yang lebih serius bisa datang dari bearing roda depan (lahar). Jika bearing sudah aus atau rusak, roda tidak akan berputar dengan stabil dan bisa menimbulkan getaran hingga rasa oleng.
Komponen lain yang sering menjadi penyebab adalah komstir (steering head). Jika terlalu kendor, setang terasa ringan dan tidak presisi. Sebaliknya, jika terlalu kencang, setang menjadi berat dan sulit dikendalikan, yang juga bisa menyebabkan motor terasa tidak stabil.
Tak kalah penting, shockbreaker depan yang bocor—terutama jika hanya sebelah—akan membuat redaman tidak seimbang. Akibatnya, motor bisa terasa miring atau oleng saat melewati jalan tidak rata.
Meski jarang, bagian tengah motor juga bisa berkontribusi terhadap rasa oleng. Rangka yang pernah mengalami benturan keras, seperti kecelakaan, bisa mengalami perubahan bentuk yang tidak kasat mata.
Selain itu, distribusi beban yang tidak seimbang—misalnya membawa barang berat di satu sisi—juga dapat memengaruhi kestabilan motor saat dikendarai.
Baca juga: Mobil Terasa Oleng Saat Berkendara? Ini 7 Langkah yang Harus Kamu Lakukan
Di bagian belakang, ban kembali menjadi faktor utama. Tekanan angin yang kurang atau kondisi ban yang sudah aus dapat membuat motor kehilangan traksi dan terasa “mengambang”.
Velg yang peyang, biasanya akibat menghantam lubang atau jalan rusak, juga menjadi penyebab umum. Velg yang tidak lagi presisi akan membuat putaran roda tidak sempurna, sehingga motor terasa bergoyang.
Bearing roda belakang yang rusak memiliki efek serupa dengan bagian depan, yaitu menimbulkan getaran dan ketidakstabilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Federaloil.co.id