Kamis, 16 APRIL 2026 • 08:30 WIB

5 Tips Beli Mobil Hybrid Bekas yang Perlu Dipahami Calon Pembeli, Wajib Simak Hal Ini!

Author

Toyota New Veloz Hybrid EV di GJAW 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Membeli mobil hybrid bekas di tahun 2026, menjadi pilihan yang semakin populer. Sebab, kendaraan ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang tinggi, namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan unit baru.

Mobil jenis itu sangat cocok bagi pengendara yang ingin menghemat biaya operasional harian, namun belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni (Full EV).

Namun, karena memiliki dua sistem penggerak (mesin bensin dan motor listrik), pengecekan mobil hybrid bekas memerlukan ketelitian ekstra dibandingkan mobil konvensional.

Berikut adalah, 5 tips beli mobil hybrid bekas yang wajib dipahami agar kamu mendapatkan unit berkualitas dan bebas masalah.

Pahami 5 Hal Sebelum Beli Mobil Hybrid Bekas

1. Cek Kesehatan Baterai (State of Health)

Tampilan baterai mobil listrik terbaru milik BYD. (slashgear.com)

Baterai adalah komponen termahal pada mobil hybrid. Jangan hanya percaya pada klaim penjual bahwa kondisi baterai "masih bagus".

Mintalah hasil pemeriksaan kesehatan baterai menggunakan alat diagnostik (OBD Scanner) di bengkel resmi atau spesialis hybrid.

Tanda baterai mulai lemah bisa dengan mudah dideteksi, saat mesin bensin bekerja lebih sering dari biasanya.

Lalu, pengisian daya terlihat sangat cepat penuh namun cepat habis, serta akselerasi yang terasa kurang responsif atau berat.

2. Pastikan Masa Garansi Baterai Masih Berlaku

Ilustrasi servis mobil listrik. (Dok. Geely Auto Indonesia.)

Banyak pabrikan mobil hybrid di Indonesia memberikan garansi baterai yang cukup panjang, biasanya hingga 8 tahun atau 160.000 km.

Jika kamu membeli mobil yang baru berusia 3–4 tahun, pastikan sisa garansi tersebut masih bisa diklaim oleh pemilik berikutnya.

Baca juga: 5 Alasan Mobil Sedan Bekas Masih Layak Dipertimbangkan, Pas buat Keluarga Minimalis!

Membeli mobil yang masih dalam masa garansi pabrik, akan memberikan ketenangan pikiran (peace of mind) jika suatu saat terjadi masalah pada sistem kelistrikan.

3. Telusuri Riwayat Servis secara Mendetail

Ilustrasi servis mobil. (Dok. Astra Daihatsu Motor)

Mobil hybrid membutuhkan perawatan khusus, terutama pada sistem pendinginan baterai dan pembaruan perangkat lunak (software).

Baca juga: Terlanjur Beli Mobil Bekas Banjir, Apakah Aman Digunakan?

Periksa buku servis untuk memastikan pemilik sebelumnya rutin melakukan perawatan di bengkel resmi. Riwayat servis yang lengkap menunjukkan, sistem hybrid selalu dipantau oleh teknisi ahli.

Hindari mobil yang riwayat perawatannya tidak jelas, atau sering berpindah-pindah bengkel non-spesialis.

4. Waspadai Jejak Kerusakan Akibat Banjir

Ilustrasi mobil listrik terjang banjir. (Freepik)

Ini adalah poin yang sangat krusial. Sistem kelistrikan bertegangan tinggi pada mobil hybrid sangat sensitif terhadap air.

Jika mobil pernah terendam banjir, risiko kerusakan pada modul inverter, baterai, hingga kabel-kabel utama sangat besar dan biayanya sangat mahal untuk diperbaiki. 

Baca juga: 5 Cara Pintar Periksa Mobil Bekas Banjir yang Perlu Kamu Pahami, Jangan Sampai Terkecoh Hal Ini!

Periksa area di bawah karpet, sela-sela kabel oranye (kabel tegangan tinggi), dan bau interior untuk memastikan tidak ada tanda-tanda mobil bekas banjir.

5. Uji Coba Mode Berkendara (EV Mode)

Untuk kenyamanan berkendara, Civic RS Hybrid hadir dengan empat mode berkendara. (https://www.honda-indonesia.com/)

Saat melakukan test drive, cobalah untuk menjalankan mobil dalam mode elektrik sepenuhnya (EV Mode), terutama pada kecepatan rendah.

Perhatikan transisi saat mesin bensin mulai menyala dan mengambil alih tenaga. Transisi yang normal, harus terasa halus tanpa adanya entakan yang kasar.

Baca juga: Cara Menyalakan Mesin Mobil Hybrid Toyota Secara Manual

Jika perpindahan antara motor listrik ke mesin bensin terasa tidak mulus, ada kemungkinan terjadi masalah pada sistem manajemen energi atau kopling transmisi.

Membeli mobil hybrid bekas adalah langkah cerdas untuk efisiensi jangka panjang, asalkan kamu tidak terburu-buru dan teliti dalam memeriksa komponen vitalnya.

Biaya penggantian baterai yang cukup tinggi, bisa menjadi risiko jika kamu salah memilih unit yang tidak terawat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU