Selasa, 21 APRIL 2026 • 12:13 WIB

Bukan Aib! Ini Kasus Recall Terbesar di Indonesia

Author

Tampilan mewah Toyota Vellfire 2024 yang nyaman untuk keluarga. (Auto2000)

INDOZONE.ID - Kasus recall sering kali dianggap sebagai hal negatif oleh sebagian masyarakat. Padahal, dalam industri otomotif, recall justru menjadi bukti tanggung jawab pabrikan terhadap keselamatan konsumennya.

Program ini dilakukan untuk memastikan kendaraan tetap aman digunakan, bahkan setelah sampai ke tangan pembeli.

Sebagaimana INDOZONE telah rangkum dalam berbagai laman, Indonesia pernah mengalami beberapa kasus recall besar yang melibatkan ratusan ribu unit kendaraan dari berbagai merek.

Recall Fuel Pump Pada 2020

Salah satu kasus terbesar terjadi pada 2020 yang melibatkan komponen fuel pump atau pompa bahan bakar. 

Mitsubishi menarik sekitar 139 ribu unit Mitsubishi Xpander produksi 2017–2019. Sementara Nissan meminta lebih dari 9 ribu unit Nissan Livina untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Recall Palisade di AS, Hyundai Indonesia Koordinasi dengan Prinsipal

Tak lama berselang, Honda Prospect Motor turut mengumumkan recall terhadap lebih dari 85 ribu unit mobil, mencakup berbagai model seperti Honda Brio hingga Honda CR-V.

Gelombang ini berlanjut saat Toyota Astra Motor menarik lebih dari 36 ribu unit kendaraan, termasuk Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner.

Jika ditotal, dalam waktu sekitar satu bulan, lebih dari 270 ribu mobil di Indonesia terdampak recall fuel pump.

Mayoritas pabrikan menjelaskan bahwa masalah berasal dari komponen dalam fuel pump, tepatnya bagian impeller atau baling-baling. Komponen ini berpotensi berubah bentuk akibat pemuaian, sehingga bisa berhenti berputar.

Akibatnya, aliran bahan bakar ke mesin terganggu. Dalam kondisi tertentu, mesin bisa tidak menyala atau bahkan mati mendadak saat digunakan. Karena risiko ini menyangkut keselamatan, pabrikan memilih melakukan recall sebagai langkah pencegahan.

Baca juga: Ford Recall 634 Ribu Mobil, Ini Penyebabnya

Kasus Global: Airbag Takata

Selain di Indonesia, dunia otomotif juga pernah diguncang oleh kasus besar yang melibatkan Takata Corporation. Dikutip dari Money Digest, Selasa (21/04/2026) masalah airbag cacat ini menjadi salah satu recall terbesar dalam sejarah.

Baca juga: Gimana Nasib Konsumen Usai Suzuki Recall Grand Vitara karena Masalah Speedometer?

Jutaan kendaraan dari berbagai merek terdampak, karena airbag berisiko meledak dan melontarkan serpihan logam.

Secara global, diperkirakan lebih dari 100 juta kendaraan terkena dampaknya, menjadikannya salah satu skandal otomotif paling mahal dan luas.

Recall Lain: Seatbelt Toyota Alphard

Kasus recall juga terjadi pada komponen lain, seperti sabuk pengaman. Toyota Astra Motor pernah menarik unit Toyota Alphard dan Vellfire produksi 2019 karena potensi masalah pada seatbelt.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pabrikan dalam menjaga keamanan pelanggan. Proses pengecekan hingga penggantian dilakukan di bengkel resmi tanpa biaya.

Recall Bukan Aib, Tapi Hak Konsumen!

Melihat berbagai kasus di atas, penting untuk dipahami bahwa recall bukanlah aib. Justru, ini adalah bentuk transparansi dan tanggung jawab pabrikan terhadap produk mereka.

Baca juga: BYD Recall Ratusan Ribu Unit Mobil Listrik di China, Gimana dengan Indonesia?

Bagi pemilik kendaraan, mengikuti program recall adalah hak sekaligus langkah penting untuk menjaga keselamatan.

Seluruh proses biasanya dilakukan secara gratis, mulai dari pengecekan hingga penggantian komponen.

Dengan begitu, stigma negatif terhadap recall seharusnya mulai ditinggalkan. Sebaliknya, ini adalah bukti bahwa industri otomotif terus berbenah demi keamanan penggunanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Money Digest

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU