Rabu, 20 MEI 2026 • 10:30 WIB

Jangan Diremehkan! Inilah Fungsi Reservoir Radiator Mobil untuk Mencegah Mesin Overheat

Author

Ilustrasi Reservoir Radiator Mobil (Freepik)

INDOZONE.IDFungsi reservoir radiator mobil kerap kali diremehkan oleh pengguna.

Banyak pemilik kendaraan menganggap komponen ini hanya sebagai tabung cadangan air radiator, padahal perannya sangat penting untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegah overheat.

Melansir berbagai laman otomotif, Selasa (20/05/2026) reservoir radiator merupakan bagian dari sistem pendingin mobil yang berfungsi menyimpan cadangan coolant sekaligus menjaga tekanan dalam sistem tetap normal.

Kehadiran komponen ini membantu suhu mesin bertahan di kisaran ideal, yakni sekitar 85-95 derajat Celsius.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele! Ini 5 Tanda Aki Mobil Lemah Sebelum Mobil Mogok di Jalan

Fungsi Reservoir Radiator pada Mobil

Reservoir radiator bekerja saat suhu mesin meningkat. Ketika coolant memuai akibat panas, cairan berlebih akan dialirkan dari radiator menuju reservoir melalui tekanan dari tutup radiator.

Saat mesin mulai dingin, coolant yang berada di reservoir akan kembali masuk ke radiator.

Sistem ini dikenal sebagai closed loop system yang membuat cairan pendingin tetap bersirkulasi tanpa terbuang keluar.

Fungsi tersebut penting karena kekurangan coolant sekitar 10-20 persen saja bisa membuat suhu mesin naik lebih cepat dan meningkatkan risiko overheat.

Selain menjadi tempat cadangan coolant, reservoir radiator juga membantu menjaga tekanan sistem pendingin tetap stabil.

Tekanan normal biasanya berada di kisaran 0,9 hingga 1,2 bar. Tekanan ini membuat titik didih coolant lebih tinggi sehingga cairan tidak mudah mendidih saat mobil digunakan di jalan macet atau tanjakan.

Mencegah Udara Masuk ke Sistem Pendingin

Reservoir radiator juga memiliki peran penting untuk mencegah udara masuk ke dalam sistem pendingin.

Jika udara masuk, bisa muncul gelembung udara atau air pocket yang mengganggu sirkulasi coolant.

Baca juga: Kenapa Suspensi Mobil Penting? Ini Fungsi, Jenis, dan Efeknya pada Kenyamanan

Akibatnya, pendinginan mesin menjadi tidak merata dan mobil berpotensi mengalami overheat meski air radiator terlihat masih penuh.

Reservoir membantu menjaga sistem pendingin tetap terisi cairan sehingga tidak ada ruang kosong yang dapat dimasuki udara.

Bisa Jadi Indikator Awal Kerusakan

Perubahan kondisi pada reservoir radiator dapat menjadi tanda awal adanya masalah pada sistem pendingin mobil.

Misalnya, air radiator yang cepat habis bisa menandakan adanya kebocoran pada selang atau radiator.

Sementara level coolant yang naik berlebihan dapat menunjukkan tekanan sistem tidak normal.

Warna coolant yang berubah keruh juga patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda overheating atau kontaminasi pada sistem pendingin.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah hanya mengisi coolant di reservoir tanpa memeriksa kondisi radiator secara langsung. Padahal reservoir hanya berfungsi sebagai cadangan.

Baca juga: Cara Mengatasi Ban Mobil Gundul Sebelah agar Aman Berkendara

Selain itu, masih banyak pengguna yang memakai air biasa dibanding memakai coolant.

Padahal coolant memiliki titik didih lebih tinggi dan mengandung zat anti karat yang membantu menjaga komponen sistem pendingin lebih awet.

Pengguna juga disarankan rutin mengecek level coolant agar tetap berada di antara batas MIN dan MAX untuk menjaga kinerja sistem pendingin tetap optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000, Toyota

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU