Jumat, 22 MEI 2026 • 21:47 WIB

Pakar ITB Minta Produsen Mobil Listrik Sediakan Tombol 'Emergency' Khusus

Author

Quick Charger mobil listrik Mutsubishi di Plaza Senayang (Mitsubishi)

INDOZONE.ID - Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Ir. Agus Purwadi, MT, mendorong produsen mobil listrik untuk menghadirkan fitur emergency khusus guna mengantisipasi kendaraan yang tiba-tiba kehilangan tenaga.

Menurut Agus, salah satu tantangan pada mobil listrik adalah sistem penguncian otomatis yang dapat menyulitkan proses evakuasi ketika kendaraan mengalami gangguan kelistrikan atau baterai mati total.

“Mestinya ada emergency function. Jadi kalau mobil mati, rem ataupun transmisinya jangan sampai terkunci sehingga bisa dibebaskan dengan mudah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mobil listrik umumnya memiliki bobot lebih berat dibanding kendaraan bermesin konvensional karena penggunaan baterai berkapasitas besar. Karena itu, proses evakuasi kendaraan juga menjadi lebih sulit apabila sistem pengunci tidak dapat dilepas.

Baca juga: Pasar Berubah, Mobil Listrik Bekas Kini Jadi Incaran Konsumen

Agus mengusulkan adanya tombol atau tuas darurat yang bisa langsung membebaskan sistem pengunci kendaraan saat kondisi genting.

“Kayak di pabrik ada tombol emergency atau di kereta ada rem emergency. Jadi kalau ditekan, sistem penguncinya langsung dibebaskan supaya mobil mudah didorong atau ditarik,” jelasnya.

Selain pengembangan teknologi, Agus juga menyoroti pentingnya edukasi bagi pengguna mobil listrik, terutama pengemudi baru yang belum memahami prosedur penanganan keadaan darurat.

Menurutnya, produsen tidak cukup hanya menjual kendaraan, tetapi juga harus memberikan pelatihan dasar kepada konsumen mengenai langkah yang harus dilakukan ketika mobil mendadak bermasalah.

“Kalau membeli mobil listrik, pengguna harus diberi tahu kalau nanti mendadak mati, apa yang harus dilakukan,” katanya.

Baca juga: Toyota New Veloz Hybrid Debut di GJAW 2025 Rp299 Juta, Baterai Bisa Terisi Otomatis

Ia menilai edukasi tersebut lebih penting dibanding sekadar pelatihan mengemudi biasa, karena menyangkut keselamatan pengguna saat menghadapi situasi darurat.

Agus juga mengingatkan agar produsen memastikan sistem pintu kendaraan tetap dapat dibuka meski baterai kendaraan mengalami gangguan. Hal itu penting agar penumpang tetap bisa menyelamatkan diri dalam kondisi darurat.

“Jangan sampai baterainya mati lalu pintunya mengunci dan penumpang tidak bisa keluar. Itu sangat berbahaya,” tuturnya.

Menurut Agus, penyediaan fitur darurat dan pelatihan pengguna merupakan bentuk tanggung jawab produsen terhadap keselamatan konsumen dalam penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU