INDOZONE.ID - Touring motor kerap menjadi pilihan yang menyenangkan bagi orang yang suka perjalanan jauh atau sekadar menikmati suasana jalan bersama teman.
Namun, perjalanan panjang pasti memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi fisik, cuaca, hingga kesiapan kendaraan.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang tidak sadar melakukan kesalahan kecil yang dapat memengaruhi kenyamanan bahkan keselamatan saat touring.
Bahkan, beberapa kesalahan ini sering dianggap sepele lantaran tidak langsung terasa pengaruhnya. Padahal, jika dibiarkan, kondisi seperti ini bisa membuat perjalanan terasa lebih melelahkan atau menimbulkan masalah di tengah jalan. Simak beberapa kesalahan saat touring motor yang masih cukup sering dilakukan.
Baca juga: Harga Pertamax Naik? Nih 5 Cara Berkendara Ini agar Bensin Nggak Cepat Habis
1. Kurang Teliti Melihat Kondisi Motor sebelum Berangkat
Banyak pengendara terlalu sibuk memikirkan rute dan destinasi, sampai lupa memastikan apakah motor mereka benar-benar dalam kondisi prima.
Hal-hal penting seperti ban, rem, oli, lampu, rantai, hingga tekanan angin kerap kali terlewat untuk dicek secara detail sebelum gas.
Padahal, saat dipakai touring atau perjalanan jauh, motor bakal bekerja ekstra keras dibanding penggunaan harian biasa.
Selain itu, meluangkan waktu sejenak untuk cek-cek ringan sebelum berangkat bisa sangat membantu mengurangi risiko motor mogok atau mengalami masalah teknis di jalan.
2. Membawa Barang Terlalu Banyak
Tak salah untuk membawa perlengkapan saat touring, namun perlu diperhatikan, membawa barang secara berlebihan dapat membuat motor terasa kurang stabil, terutama saat melintasi jalan berkelok.
Belum lagi, posisi barang yang kamu bawa kurang tepat dan bisa memengaruhi keseimbangan kendaraanmu.
Untuk itu, penting membawa barang seperlunya dan merapikan beban dengan lebih memadai. Prioritaskan perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan agar perjalanan tetap terasa nyaman.
3. Berkendara tanpa Istirahat Bikin Pengendara Mudah Lelah
Terlalu fokus mengejar destinasi tanpa istirahat yang cukup merupakan kesalahan yang sering dipicu oleh tingginya semangat touring.
Kelelahan kronis saat berkendara secara langsung akan menurunkan fokus dan kecepatan refleks yang bisa berakibat fatal.
Mengambil jeda singkat untuk melakukan stretching, makan, atau minum adalah langkah krusial demi menjaga kebugaran tubuh.
Sebab, touring yang ideal tidak diukur dari kecepatan waktu tempuh, melainkan dari kenyamanan dan keselamatan sepanjang jalan.
4. Mengabaikan Perlengkapan Keselamatan
Sebagian pengendara masih sering meremehkan urgensi kelengkapan pelindung diri hanya karena merasa telah akrab dengan rute yang dilewati.
Penggunaan helm yang tidak memenuhi standar kelayakan, jaket yang terlalu tipis, hingga sarung tangan ala kadarnya kerap kali diabaikan tanpa pertimbangan matang.
Padahal, atribut berkendara memiliki fungsi krusial, baik untuk mendukung kenyamanan maupun sebagai benteng pertahanan utama saat terjadi situasi darurat di luar kendali.
Berinvestasi pada perlengkapan yang tepat dan sesuai standar merupakan langkah mendasar untuk menjamin keselamatan sepanjang perjalanan.
5. Tidak Mempelajari Rute Perjalanan Lebih Dulu
Mengandalkan navigasi digital tanpa riset medan berisiko mendatangkan kendala di tengah perjalanan.
Jalur rusak, area minim bahan bakar, faktor cuaca, hingga rute yang sepi merupakan variabel yang harus diantisipasi sebelum berangkat melalui pemetaan rute alternatif dan titik singgah.
Baca juga: Kenapa Rider Harus Stretching Sebelum Touring Jauh?
Pada dasarnya, aktivitas touring yang ideal wajib menyelaraskan antara aspek rekreasi dan kesiapan logistik.
Efek domino dari kesalahan kecil, seperti mengabaikan kesehatan mesin atau memaksakan fisik yang lelah, secara langsung akan menurunkan kualitas keamanan dan kenyamanan berkendara.
Maka dari itu, sebelum berangkat touring, tidak ada salahnya untuk memastikan semuanya sudah lebih siap.
Terkadang, perjalanan yang menyenangkan justru dimulai dari memerhatikan detail kecil yang sering dianggap sepele pada kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia, Yamaha Indonesia