Kamis, 23 JULI 2026 • 17:20 WIB

Sering Campur Pertamax dan Pertalite? Ini Dampaknya bagi Mesin!

Author

Sering Campur Pertamax dan Pertalite? Ini penjelasannya (Instagram)

INDOZONE.ID - Kenaikan harga bahan bakar minyak sering membuat pemilik kendaraan mencari cara agar pengeluaran lebih hemat.

Salah satu kebiasaan yang cukup sering dilakukan adalah mencampurkan Pertamax dan Pertalite dalam satu tangki.

Cara ini dianggap bisa memberikan kualitas bahan bakar lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.

Namun, apakah mencampurkan kedua jenis bensin tersebut benar-benar aman bagi mesin kendaraan?

Berikut penjelasannya: 

Apakah Pertamax dan Pertalite Aman Dicampur?

Pada dasarnya, Pertamax dan Pertalite dapat tercampur karena keduanya merupakan bahan bakar bensin untuk kendaraan bermotor.

Pertalite memiliki angka oktan RON 90, sedangkan Pertamax menggunakan RON 92 yang lebih tahan terhadap tekanan di dalam mesin.

Ketika keduanya dicampurkan, maka angka oktan yang dihasilkan akan berada di antara RON 90 dan RON 92 atau tergantung jumlah masing-masing bahan bakar. 

Baca juga: Apakah Benar Bensin RON tinggi lebih irit? Ini Faktanya Sesuai Mesin!

Campuran tersebut umumnya tidak langsung membuat mesin rusak, terutama jika hanya terjadi sesekali dalam kondisi darurat.

Namun, kebiasaan ini tetap tidak disarankan karena setiap mesin telah dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tertentu.

Oleh karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan agar proses pembakaran tetap berjalan optimal.

Dampak Campuran BBM terhadap Performa Mesin

Jika dilakukan berulang kali, pencampuran Pertamax dan Pertalite dapat mengurangi manfaat yang seharusnya diperoleh dari masing-masing bahan bakar.

Jadi pada dasarnya pertamax memiliki zat aditif yang membantu menjaga kebersihan ruang bakar dan mengurangi pembentukan endapan pada komponen mesin.

Namun, manfaat tersebut bisa menjadi kurang maksimal ketika Pertamax dicampur dengan bahan bakar beroktan lebih rendah.

Apabila angka oktan campuran tidak sesuai dengan kebutuhan mesin, proses pembakaran dapat terganggu dan berisiko menimbulkan knocking atau suara ngelitik.

Di sisi lain dalam jangka panjang, pembakaran yang kurang optimal juga dapat menurunkan berbagai perfoma seperti tenaga, meningkatkan konsumsi bensin, serta memicu terbentuknya endapan di ruang bakar.

Kondisi tersebut akhirnya membuat mesin bekerja lebih berat dan berpotensi mempercepat penurunan performa kendaraan.

Cara Aman Beralih Jenis Bahan Bakar

Selain memengaruhi pembakaran, pergantian campuran BBM yang tidak konsisten juga dapat membuat sistem elektronik mesin terus melakukan penyesuaian.

Kendaraan modern umumnya telah dilengkapi Engine Control Unit atau ECU dan sensor knocking untuk mengatur waktu pembakaran berdasarkan kualitas bahan bakar.

Baca juga: Studi: Ngebut cuma Hemat Waktu 54 Detik, Bikin Mobil Boros Bensin

Sistem tersebut memang mampu menyesuaikan kondisi tertentu, tetapi performanya akan lebih optimal jika kendaraan menggunakan jenis BBM yang konsisten.

Oleh karena itu, apabila ingin beralih dari Pertalite ke Pertamax atau sebaliknya, sebaiknya gunakan terlebih dahulu bahan bakar yang tersisa hingga hampir habis.

 Setelah itu, isi tangki dengan jenis bensin baru sesuai angka oktan yang direkomendasikan dalam buku manual kendaraan.

 Dengan begitu, performa mesin, efisiensi bahan bakar, dan usia komponen kendaraan dapat tetap terjaga dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU