Senin, 21 APRIL 2025 • 13:44 WIB

7 Komponen Motor yang Harus Dicek Setelah Perjalanan Jauh

Author

Ilustrasi servis komponen motor setelah melakukan perjalanan jauh.

INDOZONE.ID – Libur panjang identik dengan perjalanan pulang kampung naik motor. Momen ini sudah jadi rutinitas buat banyak bikers di Indonesia.

Tapi setelah riding jarak jauh, jangan langsung tancap gas untuk aktivitas harian. Motor kamu butuh perhatian khusus.

Kondisi motor yang baru saja diajak menempuh ratusan kilometer tentu tidak sama seperti sebelum berangkat. Perlu dicek ulang agar tetap nyaman dan aman saat dipakai harian.

“Pasca riding jarak jauh, para bikers disarankan untuk melakukan perawatan motor secara menyeluruh. Hal ini penting untuk menjaga agar performa motor tetap berada pada kondisi yang prima sehingga tetap nyaman untuk digunakan kembali,” ujar Rifki Maulana, PR, YRA & Community Manager PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Berikut ini 7 item penting yang wajib kamu cek dan rawat setelah perjalanan jauh:

1. Oli Mesin

Oli jadi hal pertama yang harus dicek dan diganti. Setelah menempuh jarak lebih dari 3.000 km, viskositas oli biasanya sudah menurun. Kalau dibiarkan, performa mesin bisa jadi loyo.

Buat pengguna motor Yamaha, kamu bisa pantau kondisi oli lewat fitur Y-Connect. Gunakan oli yang memang disarankan pabrikan supaya performa mesin tetap optimal.

Baca Juga: Kapan Waktu Ganti Part CVT Motor? Simak Ciri-Ciri Harus Servis CVT!

Ilustrasi servis motor.

2. Sistem Rem

Setelah dipakai menempuh berbagai kondisi jalan, sistem pengereman bisa saja menurun. Cek kampas rem, pastikan masih cukup tebal dan mencengkeram dengan baik.

Volume dan kejernihan minyak rem juga perlu diperhatikan. Rem yang tidak responsif bisa membahayakan, apalagi saat berkendara di kemacetan atau jalan menurun.

Baca Juga: 7 Tips Hemat Biaya Servis Mobil, Pemula Wajib Tahu!

3. Filter Udara

Filter udara bekerja keras saat motor dipakai jarak jauh, apalagi melewati jalanan berdebu atau rusak. Filter yang kotor bisa membuat tarikan motor terasa berat dan boros bensin.

Kalau sudah kotor, lebih baik langsung ganti. Biayanya tidak mahal, tapi efeknya cukup signifikan terhadap performa mesin.

4. Ban Depan dan Belakang

Periksa kondisi ban secara visual. Apakah ada retak, sobek, atau alur ban sudah menipis? Ban yang sudah aus berisiko tergelincir, apalagi saat hujan.

Cek juga tekanan angin dan kenyamanan saat berkendara. Kalau mulai terasa tidak stabil, bisa jadi waktunya ganti ban.

5. Suspensi

Suspensi depan dan belakang bekerja keras selama perjalanan jauh, terutama jika melewati jalan rusak atau membawa beban berat.

Untuk suspensi depan, periksa apakah ada oli bocor di area seal dan batang suspensi. Kalau motor terasa oleng atau muncul bunyi aneh, bisa jadi ada masalah di bagian ini.

Suspensi belakang juga perlu dicek. Pastikan tidak ada keretakan pada per atau tanda-tanda keausan. Kalau ragu, lebih baik konsultasi ke bengkel resmi.

Baca Juga: Gen Z Jangan Malas Servis Motor! 7 Risiko Ini Mengingtai Tunggangan Kamu

6. CVT (Continuous Variable Transmission)

Khusus buat pengguna motor matic, bagian CVT wajib dicek. Komponen ini menentukan kelancaran transmisi dan tarikan motor.

Debu dan kotoran bisa menumpuk selama perjalanan jauh. Periksa CVT secara menyeluruh, termasuk kondisi belt dan roller. Jangan tunggu sampai motor mulai tersendat.

7. Lampu dan Sistem Pencahayaan

Terakhir, jangan lupakan lampu. Cek kondisi lampu depan, belakang, dan sein. Pastikan semua menyala terang dan tidak redup.

Lampu yang tidak berfungsi dengan baik bisa bikin kamu berisiko saat riding malam atau hujan. Kalau ada yang mati atau lemah, segera ganti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YIMM

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU