Jumat, 06 JUNI 2025 • 14:40 WIB

5 Hal Penyebab Rangka Motor Tua Gampang Karatan, Wajib Kamu Hindari dan Jangan Disepelekan!

Author

Ilustrasi servis motor. (Freepik/ArthurHidden)

INDOZONE.ID - Memelihara motor tua memang menyenangkan, apalagi buat kamu yang hobi otomotif dan suka tampilan klasik yang tak lekang oleh waktu.

Tapi di balik pesona motor lawas, ada satu masalah yang sering banget dihadapi para pemiliknya yaitu rangka yang gampang karatan.

Karat bisa jadi musuh utama motor tua karena efeknya bukan cuma mengganggu penampilan, tapi juga bisa membahayakan keselamatan. 

Supaya kamu nggak mengalami hal yang sama, yuk kenali 5 penyebab rangka motor tua gampang berkarat.

Semakin cepat kamu tahu dan hindari, makin awet juga kondisi motor kesayanganmu!

Kenapa Rangka Motor Tua Gampang Karatan?

1. Sering Terkena Air Hujan dan Jarang Dibersihkan

Ilustrasi pengendara motor saat hujan.

Salah satu penyebab paling umum dari karat pada rangka motor adalah air hujan. Kandungan asam dan garam di air hujan bisa mempercepat proses oksidasi logam, terutama di bagian rangka dan sambungan bawah motor.

Sayangnya, banyak pemilik motor tua yang abai setelah kehujanan motor langsung diparkir begitu saja tanpa dikeringkan atau dicuci ulang.

Air yang mengendap di bagian tersembunyi seperti dalam kolong, sela-sela rangka, atau bawah jok bisa jadi titik awal munculnya karat. Kalau kamu habis riding dalam hujan, pastikan motor dicuci bersih lalu dikeringkan sempurna, termasuk bagian bawah dan area tersembunyi yang sering luput dari perhatian.

2. Parkir di Tempat Lembap atau Terbuka Terus-Menerus

Ilustrasi motor bekas.

Kebiasaan parkir motor di tempat terbuka atau di ruang lembap juga sangat berpengaruh terhadap munculnya karat.

Motor yang disimpan di garasi tanpa sirkulasi udara atau di tempat terbuka yang sering terkena embun dan hujan malam, akan lebih cepat mengalami korosi di bagian logamnya.

Baca Juga:  4 Tanda Harus Ganti Motor Tua Kamu dengan yang Baru, Jangan Ditunda!

Udara lembap mempercepat proses karat karena mengandung uap air yang bisa masuk ke pori-pori logam.

Jika kamu tidak punya garasi tertutup, usahakan minimal menutup motor dengan cover anti air dan tahan lembap, dan sesekali angin-anginkan motor agar tidak terlalu lembap terus menerus.

3. Cat Pelindung Sudah Mengelupas atau Retak

Ilustrasi merawat cat motor

Rangka motor dilindungi oleh lapisan cat atau coating khusus dari pabrik. Tapi seiring usia dan pemakaian, lapisan cat ini bisa mulai mengelupas, retak, atau tergores.

Area yang terbuka inilah yang jadi titik rawan karat karena logam langsung bersentuhan dengan udara dan kelembapan.

Baca Juga: Dokter Tirta Bongkar 6 Tips Sehat dan Aman Buat yang Sering Naik Motor

Sayangnya, banyak yang menganggap lecet kecil di rangka itu hal biasa. Padahal, dari titik lecet sekecil itu, karat bisa mulai tumbuh dan menyebar. Makanya, penting banget buat kamu rutin memeriksa kondisi cat pelindung rangka.

Kalau ada bagian yang mulai mengelupas, segera amplas ringan dan cat ulang dengan anti karat atau pelapis tahan air.

4. Jarang Dibersihkan dari Lumpur, Debu, dan Kotoran Jalanan

Ilustrasi mencuci motor untuk merawat sepeda motor.

Motor yang dipakai setiap hari pasti melewati berbagai kondisi jalan. Debu, pasir, hingga lumpur bisa menempel dan mengendap di bagian kolong atau sela-sela rangka.

Baca Juga: 7 Tips Memilih Helm Motor yang Tepat: Nyaman dan Aman untuk Rider Sejati!

Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran ini bisa mengikat kelembapan dan mempercepat timbulnya karat.

Terutama setelah melewati jalanan basah, berlumpur, atau genangan air, motor harus langsung dicuci. Jangan cuma bersihkan bagian luar bodi saja, luangkan waktu untuk menyemprot bagian bawah motor dan kolong-kolong yang jarang terlihat.

5. Tidak Pernah Menggunakan Pelindung Anti Karat

Ilustrasi Karat pada Motor

 

Motor tua, apalagi yang sering dipakai outdoor, seharusnya rutin diberi pelindung tambahan seperti semprotan anti karat (rust protection spray).

Baca Juga: Jangan Asal, Ini 5 Kekurangan Ganti Knalpot Racing Motor Matic yang Harus Kamu Pertimbangkan!

Sayangnya, hal ini masih sering diabaikan. Padahal, cairan pelindung bisa memberikan lapisan tipis yang mencegah kontak langsung antara logam dan udara luar.

Penggunaan pelindung anti karat ini sangat dianjurkan untuk area sambungan rangka, kolong mesin, bawah jok, dan dudukan knalpot. Kamu bisa menyemprotkannya setiap beberapa minggu sekali, terutama setelah motor dicuci bersih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzuki Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU