Harga Geely Ex2 resmi diumumkan di GJAW 2025 (Press Release)
INDOZONE.ID - Memasuki awal tahun 2026, impian memiliki mobil listrik kini bukan lagi sekadar angan-angan bagi mereka yang berkantong terbatas.
Jika dulu mobil tanpa emisi identik dengan harga miliaran rupiah, kini pasar otomotif Indonesia mulai dibanjiri oleh pilihan unit yang lebih terjangkau.
Memiliki anggaran di kisaran Rp200 jutaan, kini sudah cukup untuk membawa pulang mobil listrik modern yang tidak hanya canggih, tapi juga punya daya jelajah yang mumpuni untuk sesekali diajak keluar kota.
Fenomena ini tentu menjadi angin segar bagi kamu yang ingin beralih dari mobil bensin konvensional, namun tetap mempertimbangkan efisiensi biaya perjalanan jauh.
Dengan infrastruktur pengisian daya (SPKLU) yang semakin tersebar luas, berikut adalah lima rekomendasi mobil listrik murah di rentang harga Rp200 jutaan, yang memiliki jarak tempuh memadai untuk menemani perjalanan antar kota kamu.
BYD Atto 1 di GJAW 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)
BYD baru saja merilis Atto 1, sebagai varian paling ekonomis untuk melengkapi lini produk mereka.
Meskipun harganya ditekan agar berada di kisaran Rp200 jutaan, mobil ini tetap mengusung teknologi Blade Battery yang legendaris karena keamanan dan daya tahannya.
Jarak tempuhnya yang mencapai lebih dari 300 km dalam sekali pengisian penuh, menjadikan Atto 1 sebagai salah satu pilihan paling rasional.
Terlebih, bagi kamu yang sering menempuh perjalanan lintas kota satelit, tanpa harus sering-sering mampir ke tempat pengisian daya.
VinFast VF3 punya fitur Eco dan normal. (Indozone/Rachmat Fahzry)
Pabrikan asal Vietnam, VinFast, menghadirkan VF3 sebagai solusi mobilitas yang unik dengan desain boxy yang gagah menyerupai SUV mini.
Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi ruang dan kemampuannya melibas berbagai medan jalan.
Dengan manajemen baterai yang cerdas, VF3 mampu memberikan jarak tempuh yang cukup jauh untuk ukuran mobil kompak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, BYD Indonesia