Ilustrasi mobil mogok. (Freepik)
INDOZONE.ID - Mengendarai mobil listrik memang memberikan sensasi modernitas dan efisiensi yang luar biasa. Akan tetapi, sebagai teknologi yang relatif baru bagi banyak orang, situasi darurat, seperti mobil listrik mogok, menimbulkan kepanikan.
Ketidaktahuan akan prosedur keamanan dasar bisa berakibat fatal, baik bagi keselamatan diri maupun kesehatan komponen elektrikal kendaraan yang mahal.
Penyebab mobil listrik mogok bisa beragam, mulai dari habisnya daya baterai secara total (out of juice), masalah pada sistem 12V, hingga kegagalan modul elektronik.
Jika kamu mengalami situasi ini, hal pertama yang harus ditanamkan adalah jangan panik. Simak lima hal penting yang harus kamu pahami dan lakukan saat mobil listrikmu mogok di jalan berikut ini.
Ilustrasi lampu hazard. (freepik)
Langkah pertama yang harus kamu lakukan saat merasakan gejala kehilangan tenaga, adalah segera menyalakan lampu hazard sebagai tanda darurat bagi pengendara lain.
Jika mobil masih memiliki sedikit sisa momentum, usahakan untuk menepi ke bahu jalan atau tempat yang lebih aman agar tidak menghalangi arus lalu lintas.
Setelah berhenti sempurna, segera pasang segitiga pengaman di jarak yang cukup jauh di belakang mobil (sekitar 30-50 meter di jalan biasa, atau lebih jauh jika di jalan tol).
Mengingat mobil listrik sangat senyap, pengendara lain mungkin tidak menyadari bahwa kendaraan kamu sedang berhenti dalam kondisi darurat, sehingga tanda visual sangatlah krusial.
Ilustrasi mobil mogok. (Freepik)
Ini adalah perbedaan paling mendasar antara mobil listrik dan mobil konvensional. Jika mobil bensin manual mogok, kita terbiasa mendorongnya ke pinggir jalan.
Namun, pada mobil listrik, mendorong mobil secara manual dalam jarak jauh atau kecepatan tinggi sangat tidak disarankan karena dapat merusak motor penggerak.
Baca juga: Mau Liburan Nataru Naik Mobil Listrik? 5 Hal Penting yang Wajib Banget Kamu Perhatikan!
Motor listrik pada banyak jenis mobil listrik akan menghasilkan arus balik listrik jika rodanya berputar secara paksa saat mesin mati. Hal ini berisiko menyebabkan panas berlebih (overheat) pada komponen inverter atau motor itu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hyundai Motors Indonesia