Rabu, 10 JUNI 2026 • 13:23 WIB

Panduan Memilih Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta Tahun 2026

Author

Ilustrasi showroom mobil bekas. (Dok. Generatif AI Gemini.)

INDOZONE.ID - Kalau punya budget Rp100 juta dan ingin membeli mobil pertama, pilihan mobil bekas bisa jadi pilihan pada 2026.

Di sejumlah marketplace jual beli mobil, banyak unit mobil bekas yang dipasarkan di bawah Rp100 juta, mulai dari city car, hatchback, hingga MPV keluarga.

Namun, mobil murah belum tentu murah untuk dipelihara. Makanya disarankan, fokus utama saat membeli mobil bekas bukan mencari harga paling rendah, melainkan kondisi terbaik sesuai kebutuhan.

Tentukan Kebutuhan Sebelum Mulai Berburu

Sebelum membuka marketplace, baiknya mobil akan dipakai untuk apa?

Kalau kebutuhan utamanya perjalanan harian dalam kota, city car atau LCGC lebih masuk akal karena irit bahan bakar dan biaya perawatan relatif rendah.

Kalau mobil akan digunakan bersama keluarga, MPV seperti Avanza, Xenia, atau Grand Livina biasanya menawarkan kabin yang lebih lega.

Baca juga: Istilah Jual Beli Mobil Bekas: Panduan Bagi Pembeli Agar Tidak Terkecoh

Baca juga: Jangan Asal Tawar, Begini Cara Cek Harga Mobil Bekas

Mobil Apa yang Masih Masuk Budget Rp100 Juta?

Berdasarkan listing yang masih banyak ditemukan di marketplace pada 2026, berikut beberapa model yang relatif realistis dibeli dengan budget di bawah Rp100 juta.

LCGC

- Toyota Agya 2014-2017

- Daihatsu Ayla 2014-2018

- Datsun GO+ 2016-2019

- Daihatsu Sigra 2016-2018

Model-model tersebut banyak dicari karena konsumsi BBM irit dan spare part mudah ditemukan.

City Car dan Hatchback

- Nissan March 2012-2017

- Suzuki Splash 2013-2016

- Mitsubishi Mirage 2013-2016

- Kia Picanto 2014-2016

Kalau mayoritas penggunaan hanya dalam kota, kategori ini biasanya menawarkan kenyamanan lebih baik dibanding LCGC.

MPV Keluarga

- Toyota Avanza 2008-2012

- Daihatsu Xenia 2009-2013

- Nissan Grand Livina 2008-2013

- Suzuki APV Arena 2010-2016

Avanza dan Xenia tetap menjadi pilihan aman karena jaringan bengkel dan ketersediaan spare part yang sangat luas.

Jangan Langsung Percaya Foto Iklan

Foto yang terlihat mulus tidak selalu mencerminkan kondisi asli. Alangkah bagusnya jika melihat kondisi langsung kendaraan. Pastikan juga selalu test drive sebelum memutuskan untuk membeli.

Periksa dokumen terlebih dahulu:

- STNK asli

- BPKB asli

- Nomor rangka sesuai

- Nomor mesin sesuai

- Pajak kendaraan aktif

Kalau penjual terlihat menghindari pertanyaan soal dokumen, sebaiknya cari unit lain.

Wajib Cek Bekas Banjir dan Tabrakan

Dua masalah ini bisa menguras dompet setelah mobil dibeli.

Perhatikan celah antar panel bodi. Jika tidak rata, bisa jadi mobil pernah mengalami tabrakan.

Lihat bagian bawah karpet kabin, bagasi, dan rel jok. Bekas lumpur, karat tidak wajar, atau bau apek sering menjadi indikasi mobil pernah terendam banjir.

Mobil bekas banjir kadang terlihat murah di awal, tetapi biaya perbaikannya bisa jauh lebih mahal dibanding selisih harga saat membeli.

Mesin Lebih Penting daripada Kilometer

Banyak pembeli terlalu fokus pada angka odometer.

Padahal mobil dengan kilometer tinggi tetapi rutin dirawat sering kali lebih sehat dibanding mobil kilometer rendah yang jarang diservis.

Saat inspeksi, perhatikan:

- Kebocoran oli

- Warna asap knalpot

- Suara mesin saat langsam

- Perpindahan transmisi

- Kondisi AC

Jangan lupa lakukan test drive minimal 15 menit.

Siapkan Dana Cadangan

Banyak orang menghabiskan seluruh anggaran untuk membeli mobil, lalu tidak punya dana untuk servis awal.

Idealnya siapkan dana tambahan Rp5 juta hingga Rp15 juta untuk beberapa komponen. Adapun estimasi biaya yang dikeluarkan: 

Oli dan filter: Rp500 ribu - Rp1 juta

Aki: Rp800 ribu - Rp2 juta

Ban: Rp2 juta - Rp5 juta

Kaki-kaki: Rp1 juta - Rp5 juta

Tune up: Rp500 ribu - Rp2 juta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU