Chery Emta #01. (carnewschina.com)
INDOZONE.ID - Persaingan mobil listrik asal China semakin panas. Kali ini, Chery ikut meramaikan pasar kendaraan listrik mungil atau kei car di Jepang melalui merek baru bernama Emta.
Merek ini bukan sepenuhnya milik Chery. Emta merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh beberapa perusahaan dari China, Jepang, dan Singapura. Targetnya cukup ambisius, yakni menghadirkan empat model kendaraan listrik hingga 2029 dan bersaing langsung dengan BYD yang lebih dulu masuk ke segmen tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa produsen otomotif China semakin serius menggarap pasar Jepang yang selama ini dikenal sangat loyal terhadap merek lokal.
Emta berada di bawah naungan perusahaan berbasis Singapura, Electric Mobility Technologies (EMT).
Perusahaan ini dibentuk oleh beberapa pemegang saham, yaitu Chery Automobile, Jiangsu Yueda Automobile Group, Autobacs Seven dari Jepang, produsen baterai Gotion, dan perusahaan pendukung kualitas kendaraan Anest.
Dalam kerja sama ini, Chery berperan sebagai penyedia teknologi utama. Platform kendaraan, sistem penggerak listrik, hingga teknologi bantuan berkendara akan menggunakan teknologi yang sudah dikembangkan Chery.
Sementara itu, produksi kendaraan Emta akan dilakukan di pabrik Yancheng, China. Pabrik ini sebelumnya dikenal sebagai lokasi produksi kendaraan Kia dan HiPhi.
Baterai akan dipasok oleh Gotion, salah satu produsen baterai kendaraan listrik terbesar di China. Adapun jaringan penjualan di Jepang akan ditangani oleh Autobacs Seven yang sudah memiliki jaringan bisnis otomotif cukup luas di negara tersebut.
Meski menjadi salah satu pemegang saham terbesar, Chery menegaskan bahwa mereka tidak terlibat langsung dalam operasional harian Emta.
Baca juga: Parkir Tanpa Ribet, Chery Kenalkan Fitur Valet Parking Driver
Menariknya, arah desain dan pengembangan produk Emta justru dipimpin oleh tim asal Jepang.
Beberapa sosok penting di perusahaan ini diketahui memiliki pengalaman panjang di industri otomotif Jepang, termasuk mantan eksekutif Honda, Mazda, Nissan, hingga Ford.
Chief Marketing Officer Emta dijabat oleh Susumu Uchikoshi yang sebelumnya pernah menjadi petinggi Nissan China. Sementara posisi CEO diisi oleh He Xiaoqing, mantan Presiden Changan Ford.
Strategi ini dilakukan agar produk yang diluncurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen Jepang yang terkenal sangat selektif dalam memilih kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina.com