INDOZONE.ID - BMW X5 generasi terbaru hadir dengan desain Neue Klasse, lima pilihan mesin, termasuk iX5 listrik dan teknologi pengisian cepat 800V.
BMW X5 generasi terbaru resmi diperkenalkan pada 30 Juni 2026, dengan perubahan besar pada desain, teknologi, dan pilihan mesin.
SUV premium tersebut kini mengusung bahasa desain Neue Klasse, tersedia dalam lima jenis sistem penggerak, serta menghadirkan iX5 sebagai versi listrik murni.
Penjualannya di Amerika Serikat dijadwalkan dimulai pada akhir 2026 hingga awal 2027.
BMW X5 adalah SUV premium berukuran menengah milik BMW yang kini tersedia dalam pilihan mesin bensin, diesel, plug-in hybrid (PHEV), listrik murni, hingga hidrogen.
Generasi terbaru ini menjadi langkah BMW untuk menyatukan model konvensional dan elektrifikasi dalam satu lini produk.
Baca juga: Rayakan 25 Tahun di Indonesia, BMW Siapkan Penampilan Terbesar di GIIAS 2026
BMW X5 Desain Neue Klasse
Perubahan paling terlihat di bagian depan. BMW menyematkan lampu utama ganda berbentuk huruf X yang menjadi identitas desain Neue Klasse.
Lampu tersebut bisa berubah menjadi warna kuning yang terinspirasi dari model BMW M klasik. Sentuhan ini membuat tampilan X5 terasa lebih agresif dibanding generasi sebelumnya.
Dari samping, BMW juga meninggalkan model gagang pintu konvensional.
Kini, pintu menggunakan handle tersembunyi dengan tombol elektrik, mirip beberapa mobil listrik Ford dan Volvo.
Pengguna juga bisa membuka atau menutup pintu lewat remote maupun aplikasi BMW di smartphone.
Bagian belakang pun mengalami perubahan besar. BMW menghapus pintu bagasi model split tailgate yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas X5.
Pabrikan menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan masukan pelanggan sekaligus untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.
Secara dimensi, X5 terbaru bertambah panjang sekitar 56 mm dan lebih rendah 15 mm dibanding pendahulunya.
Proporsi ini membuat tampilannya semakin mendekati BMW iX, SUV listrik yang diperkirakan perlahan akan digantikan oleh X5 di sejumlah pasar.
Interior Digital
Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard mengusung filosofi Neue Klasse dengan layar tengah berukuran 17,9 inci dan layar tambahan opsional 14,6 inci untuk penumpang depan.
BMW juga memperkenalkan desain setir baru dengan jari-jari vertikal. Khusus varian M Sport, desain setir sporty khas BMW tetap dipertahankan.
Material kabin ikut ditingkatkan. Konsol tengah menggunakan lapisan batu tulis alami, sementara Alcantara membungkus dasbor, panel pintu, hingga area pengisian daya nirkabel.
Bahkan beberapa tombol pengaturan kursi kini dilapisi material kaca.
Tren kabin digital memang semakin kuat di segmen SUV premium.
BMW tampaknya ingin menghadirkan pengalaman yang lebih modern tanpa menghilangkan kesan mewah yang menjadi ciri khas mereknya.
BMW X5 Kini Punya 5 Pilihan Mesin
BMW kini menawarkan lima pilihan mesin, mulai dari bensin, diesel, plug-in hybrid (PHEV), listrik murni melalui iX5, hingga hidrogen yang akan hadir pada tahap berikutnya.
Untuk varian PHEV, tersedia X5 50e dan X5 M60e. Keduanya menggunakan mesin 3.0 liter enam silinder segaris (I6) yang dipadukan baterai 26,5 kWh.
Tenaganya mencapai 489 hp pada X5 50e dan 612 hp untuk X5 M60e. Dalam mode listrik penuh, kedua model mampu melaju hingga 71 kilometer.
BMW menyatakan bahwa struktur baterai baru ini memiliki kepadatan energi sekitar 30 persen lebih tinggi, sekaligus mengurangi ukuran dan berat secara keseluruhan.
Isi Daya 22 Menit
BMW X5 terbaru menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt, teknologi yang mulai menjadi standar pada kendaraan listrik generasi baru.
Sistem tersebut mendukung pengisian cepat DC hingga 460 kW.
Baterai dapat terisi dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam 22 menit.
BMW menyatakan bahwa mobil tersebut dapat menempuh jarak tambahan 274 km setelah hanya 10 menit pengisian daya.
Ke depan, BMW juga akan melengkapi lini X5 dengan varian M Performance bermesin V8 dan iX5 berbahan bakar hidrogen.
Untuk pasar Amerika Serikat, BMW X5 terbaru dibanderol mulai US$71.250 atau sekitar Rp1,16 miliar (kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS) untuk varian penggerak roda belakang.
Sementara versi AWD dijual mulai US$73.550, setara sekitar Rp1,2 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMW Group