Ilustrasi mobil. (Envatoelements/Bialasiewicz)
INDOZONE.ID - Presiden Donald Trump kembali menggemparkan panggung ekonomi dunia. Setelah kekalahan yang cukup telak di Mahkamah Agung Amerika Serikat, Trump langsung membalas dengan manuver mengejutkan, mengumumkan pemberlakuan tarif global sebesar 10 persen.
Langkah ini diambil sebagai jawaban usai Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar tarif yang sebelumnya diberlakukan melalui International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).
Alih-alih mundur, Trump justru menekankan bahwa kebijakan perang dagangnya akan semakin agresif.
Baca juga: Pameran IIMS 2026 Sukses Catatkan Transaksi 8,7 Triliun, Sinyal Positif Industri Otomotif!
Melalui pesan panjang di media sosial, Trump memastikan tarif Section 232 dan Section 301 tetap berlaku.
Kabar yang lebih mengguncang pasar adalah rencana pemberlakuan tarif global 10 persen tambahan di bawah Section 122, yang akan ditumpuk secara langsung di atas beban tarif lama.
Beban ganda ini diperkirakan akan membabat keras sektor manufaktur global. Sebagai contoh, tarif Section 232 selama ini sangat menyasar komoditas baja dan aluminium.
Realisasi tambahan tarif 10 persen ini dipastikan akan memicu pembengkakan biaya operasional di sektor industri berat, dengan otomotif sebagai salah satu yang paling terdampak.
Selain kebijakan tarif, Trump juga mengumumkan dimulainya serangkaian penyelidikan baru. Langkah ini diambil guna membentengi kepentingan ekonomi Amerika Serikat dari apa yang ia klaim sebagai praktik perdagangan luar negeri yang tidak sehat.
Selain memaparkan arah kebijakan ekonomi, Trump juga melayangkan kritik keras terhadap Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Secara terbuka, ia menyatakan kekecewaan mendalam atas pembatalan IEEPA dan tidak segan mengungkapkan rasa malunya terhadap sejumlah hakim di pengadilan tersebut.
Dengan nada tajam, Trump bahkan melabeli mereka sebagai figur yang tidak kompeten dan sekadar menjadi alat kepentingan pihak lain.
Lebih lanjut, ia menuduh lembaga peradilan tertinggi di AS itu telah disusupi oleh kepentingan asing dan gerakan politik yang ia nilai "berisik dan menyebalkan."
Melansir dari Carscoops, Trump dengan percaya diri mengklaim bahwa berbagai kebijakan tarifnya berhasil mengakhiri lima dari delapan perang yang ia tangani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carscoops