Ilustrasi one way di jalur tol. (Dok. Jasa Marga)
INDOZONE.ID - Pemberlakuan sistem satu arah atau one way, telah menjadi agenda rutin pihak kepolisian dan pengelola jalan tol.
Hal itu dilakukan untuk mengurai kepadatan volume kendaraan selama arus Mudik Lebaran 2026.
Meski bertujuan memperlancar arus, berkendara di jalur one way memiliki tantangan tersendiri. Seperti, risiko kebingungan arah, rasa kantuk yang lebih cepat datang karena jalur yang terasa lebih luas, hingga potensi kecelakaan akibat kecepatan tinggi.
Berikut adalah, 5 tips aman melewati jalur one way saat perjalanan mudik agar kamu tetap siaga hingga tiba di tujuan.
Salah satu risiko terbesar saat sistem one way diberlakukan adalah, pengemudi cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan sangat tinggi, karena jalanan terasa sangat luas dan searah.
Ingatlah bahwa, batas kecepatan maksimal di jalan tol tetap berlaku, yaitu 100 km/jam.
Memacu kendaraan melebihi batas, hanya akan memperpendek waktu reaksimu jika terjadi hambatan mendadak di depan.
Tetaplah konsisten di kecepatan aman, dan jangan terpancing oleh gaya berkendara pengemudi lain yang ugal-ugalan.
Keselamatan keluarga di dalam mobil, jauh lebih penting daripada sampai beberapa menit lebih awal, namun dengan risiko yang besar.
Saat melintasi jalur one way, kamu memiliki lebih banyak pilihan lajur (termasuk lajur yang biasanya merupakan arah berlawanan).
Namun, etika berkendara tetap harus dijaga, gunakan lajur kiri untuk kecepatan stabil, dan lajur kanan hanya untuk mendahului.
Baca juga: Pahami Perbedaan Lajur dan Jalur di Jalan Tol, Simak Selengkapnya!
Hindari kebiasaan berpindah-pindah lajur secara mendadak atau melakukan zigzag. Karena semua kendaraan bergerak searah dengan volume yang padat, manuver tiba-tiba dapat mengejutkan pengemudi di belakangmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daihatsu