Kamis, 10 JULI 2025 • 16:25 WIB

6 Faktor Penyebab Terjadinya Aquaplanning Mobil yang Harus Dipahami Supaya Gak Tergelincir!

Author

Berkendara Aman di Musim Hujan (pexels.com)

INDOZONE.ID - Berkendara di tengah hujan deras memang punya tantangan tersendiri. Salah satu bahaya yang sering kali tidak disadari pengemudi adalah, aquaplaning atau hydroplaning.

Kondisi ini terjadi ketika ban mobil kehilangan daya cengkeram, karena melintasi genangan air. Hal itu membuat mobil bisa tergelincir dan sulit dikendalikan.

Meski terdengar sepele, aquaplaning bisa sangat membahayakan, apalagi saat melaju di kecepatan tinggi. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang belum memahami faktor-faktor yang menyebabkan aquaplanning

Nah, kalau kamu sering berkendara saat musim hujan, wajib banget memahami apa saja yang bisa menyebabkan aquaplanning.

Berikut ini adalah 6 faktor utama penyebab aquaplaning yang harus kamu ketahui, supaya gak tergelincir dan bisa tetap mengendalikan mobil dengan aman!

Penyebab Aquaplaning yang Sering Terjadi di Musim Hujan

1. Kondisi Ban yang Sudah Aus

Ilustrasi tekanan angin pada ban mobil. (freepik/standret)

Salah satu penyebab utama aquaplaning adalah ban yang sudah aus atau botak. Ban dengan alur yang menipis, tidak mampu membuang air secara efektif, sehingga tekanan air di bawah ban meningkat dan menyebabkan kehilangan traksi.

Akibatnya, ban bisa melayang di atas permukaan air dan mobil menjadi sulit dikendalikan.

Penting buat kamu untuk rutin mengecek kondisi ban, khususnya saat memasuki musim hujan. Pastikan alur ban masih dalam batas aman minimal 1,6 mm, dan tidak terdapat retakan.

Jika ban sudah aus, segera ganti dengan yang baru agar cengkeraman tetap optimal dan risiko tergelincir bisa diminimalkan.

2. Tekanan Ban Tidak Sesuai

Ilustrasi mekanik sedang merotasi ban mobil. (Bridgestone Tire)

Tekanan ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa mempengaruhi kemampuan ban dalam membuang air saat melintasi jalan basah. Ban yang kekurangan angin akan menekan lebih luas ke permukaan jalan dan lebih mudah kehilangan traksi.

Baca juga: 5 Penyebab Ban Mobil Pecah di Tol yang Harus Kamu Ketahui, Wajib Waspada!

Sementara itu, ban yang terlalu keras justru memiliki daya kontak yang kecil, dan membuatnya lebih mudah melayang di atas genangan air.

Kamu sebaiknya rutin memeriksa tekanan ban, paling tidak seminggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh.

Gunakan tekanan angin yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di sisi pintu mobil atau buku manual.

Dengan tekanan ban yang ideal, kemampuan ban membelah air akan lebih maksimal dan risiko aquaplanning bisa ditekan.

3. Kecepatan Mobil yang Terlalu Tinggi

Ilustrasi berkendara saat hujan. (Freepik/kamontad123)

Melaju terlalu cepat di jalan yang basah menjadi salah satu faktor pemicu aquaplanning paling umum. Semakin tinggi kecepatan mobil, semakin sedikit waktu ban untuk menyibak air dan menapak ke jalan.

Baca juga: 5 Tips Berkendara Aman di Jalan Tol Saat Musim Hujan untuk Hindari Aquaplanning!

Saat kecepatan mencapai titik tertentu, air tidak sempat keluar dari bawah ban dan akhirnya membuat mobil melayang di atas air.

Saat hujan turun deras atau jalanan tergenang air, kamu wajib mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Idealnya, kurangi kecepatan hingga 30–40 persen dari kecepatan normal. Ini penting supaya ban bisa tetap mencengkeram permukaan jalan dan kamu tetap bisa mengontrol arah mobil dengan baik.

4. Genangan Air yang Terlalu Dalam

Ilustrasi mobil listrik terjang banjir. (Freepik)

Aquaplanning juga bisa terjadi jika mobil melewati genangan air yang cukup dalam. Ketika kedalaman air melebihi kemampuan ban untuk menyibaknya, maka tekanan air akan mengangkat ban dari permukaan jalan.

Baca juga: 4 Cara Aman Mobil Listrik Terjang Banjir, Jangan Panik Tetap Hati-Hati!

Ini bisa terjadi meski kecepatan mobil tidak terlalu tinggi, terutama jika ban sudah aus atau jalanan menurun. Kamu harus ekstra waspada saat berkendara di area yang rawan banjir atau genangan, seperti jalan-jalan berlubang atau cekungan.

Jika terlihat ada genangan cukup dalam, sebaiknya perlambat mobil secara perlahan dan hindari manuver mendadak. Hindari juga menginjak rem secara tiba-tiba karena justru bisa membuat mobil tergelincir.

5. Permukaan Jalan yang Tidak Rata atau Licin

Berkendara Aman di Musim Hujan (pexels.com)

Permukaan jalan yang tidak rata, seperti bergelombang atau berlubang, bisa mempercepat terjadinya aquaplanning karena membuat air menggenang di beberapa titik.

Begitu juga dengan jalan yang licin akibat lumut, oli, atau tumpahan cairan lainnya. Ban akan kesulitan mencengkeram permukaan yang licin, apalagi jika ditambah air hujan. 

Kamu perlu lebih berhati-hati saat melewati jalanan sempit, aspal lama, atau daerah pegunungan.

Baca juga: 4 Manfaat Angin Nitrogen pada Ban Mobil, Bisa Mengurangi Risiko Pecah Ban!

Jika memungkinkan, hindari jalur yang sudah terlihat banyak genangan atau permukaan yang kusam karena itu bisa menandakan licin. Berkendara lebih pelan dan hindari gerakan setir mendadak, bisa membantu menghindari aquaplanning di kondisi ini.

6. Suspensi dan Kaki-kaki Mobil yang Tidak Seimbang

Ilustrasi Suspensi Mobil

Suspensi dan kaki-kaki mobil yang tidak seimbang, bisa membuat distribusi berat kendaraan tidak merata. Saat melewati genangan, bagian ban yang menahan beban lebih berat, bisa lebih cepat kehilangan traksi karena tekanan air tidak terbagi rata.

Baca juga: Pahami Tanda-Tanda Shockbreaker Mobil Perlu Diganti, Wajib Simak!

Ini membuat mobil lebih rentan mengalami selip atau aquaplanning, terutama saat menikung atau berpindah jalur. Kamu sebaiknya rutin melakukan spooring dan balancing untuk memastikan keseimbangan roda tetap optimal.

Jika mobil terasa oleng atau miring saat melaju lurus, bisa jadi ada masalah pada kaki-kaki. Dengan kondisi suspensi yang sehat, mobil akan lebih stabil dan risiko tergelincir di jalan basah pun berkurang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU