Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 15:50 WIB

Menperin Ajak Xiaomi untuk Investasi dan Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Author

Mobil listrik Xiaomi SU7. (dok. ArenaEV)

INDOZONE.ID - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita terus mendorong percepatan pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Salah satu langkah terbarunya adalah dengan mengajak raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, untuk menambah investasi dan memproduksi mobil listrik di Tanah Air.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Agus saat melakukan pertemuan bilateral dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi Communications Co., Ltd., Jon Dove, di Shanghai, Jumat (10/10/2025).

Dalam pertemuan itu, Agus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Xiaomi atas kontribusinya selama ini dalam memperkuat industri elektronik nasional. Xiaomi disebut telah menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri elektronik Indonesia, terutama lewat lini produk smartphone dan perangkat pintar yang diproduksi secara lokal.

Xiaomi telah menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok industri elektronik nasional. Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi komitmen Xiaomi yang terus menanamkan investasi dan mengembangkan lini produknya di Indonesia,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Selasa (14/10/2025).

Namun, ia juga menegaskan bahwa potensi Xiaomi di Indonesia tidak hanya sebatas elektronik konsumen, tetapi juga bisa diperluas ke industri otomotif, khususnya kendaraan listrik (EV).

Dorongan Produksi Mobil Listrik Xiaomi di Indonesia

Xiaomi rilis mobil listrik pertamanya bernama SU7 pada 28 Maret 2024. (REUTERS/Florence Lo)

Menperin menyoroti langkah Xiaomi yang sudah meluncurkan mobil listrik pertamanya, Xiaomi SU7, di pasar Tiongkok. Mobil ini menjadi bukti bahwa Xiaomi kini serius menapaki sektor otomotif dengan teknologi tinggi dan efisiensi produksi yang kuat.

Kami mengetahui bahwa Xiaomi telah meluncurkan produk kendaraan listrik berperforma tinggi, yaitu Xiaomi SU7. Kami mendorong agar Xiaomi dapat menjajaki investasi pada sektor kendaraan ramah lingkungan di Indonesia,” tegas Agus.

Menurutnya, langkah Xiaomi untuk masuk ke pasar otomotif Indonesia akan memberikan dampak positif bagi ekosistem industri hijau nasional, serta memperkaya pilihan mobil listrik bagi konsumen lokal.

Baca juga: BYD Dorong Transisi Energi dan Mobilitas Hijau Lewat IISF 2025

Agus juga menilai, kehadiran Xiaomi di sektor kendaraan listrik akan memperkuat rantai pasok komponen baterai, motor listrik, hingga sistem digitalisasi kendaraan di Indonesia.

Apalagi, pemerintah tengah gencar mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. “Investasi di sektor kendaraan listrik sejalan dengan arah kebijakan industri nasional yang menekankan pada dekarbonisasi, efisiensi energi, dan teknologi hijau,” jelasnya.

Dengan dukungan infrastruktur dan insentif pemerintah, Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar paling potensial di Asia Tenggara bagi produsen mobil listrik global.

Langkah Strategis Menuju Industri Hijau

Xiaomi SU7 Max. (Mi Global)

Ajakan kepada Xiaomi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mewujudkan target net zero emission tahun 2060, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Baca juga: Chery Suntik Investasi Rp5,25 Triliun, Siap Jadikan Indonesia Basis Produksi EV

Apabila Xiaomi benar-benar menanamkan investasinya di Indonesia, maka hal itu akan menambah daftar produsen otomotif global yang mempercayakan produksi EV di Tanah Air, menyusul merek seperti Hyundai, Wuling, Chery, dan BYD.

Langkah ini juga akan membawa manfaat ganda: memperluas lapangan kerja di sektor teknologi tinggi, mempercepat transfer teknologi, dan memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenperin

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU