INDOZONE.ID - Mengemudikan motor matic di medan menanjak sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi kamu yang terbiasa berkendara di jalanan perkotaan yang datar.
Berbeda dengan motor manual yang bisa mengandalkan posisi gigi rendah untuk mendapatkan torsi besar, motor matic sepenuhnya bergantung pada putaran mesin, dan kerja transmisi CVT (Continuously Variable Transmission).
Kesalahan dalam teknik berkendara, bukan hanya membuat motor gagal menanjak, tetapi juga berisiko merusak komponen transmisi atau bahkan menyebabkan kecelakaan jika motor kehilangan daya di tengah tanjakan.
Agar perjalanan kamu tetap aman dan lancar, berikut adalah lima cara aman mengemudikan motor matic di tanjakan tajam yang wajib kamu kuasai.
Tips Mengendarai Motor Matic di Tanjakan Tajam yang Harus Dipahami
1. Ambil Momentum yang Cukup Sebelum Menanjak
Kunci utama agar motor matic berhasil melewati tanjakan tajam adalah, dengan memanfaatkan momentum. Jika kamu melihat tanjakan di depan, usahakan untuk meningkatkan kecepatan secara bertahap saat masih berada di jalan datar.
Kecepatan yang stabil sebelum menanjak, akan memberikan energi kinetik yang membantu kerja mesin saat mulai mendaki.
Namun, kamu harus tetap waspada terhadap kondisi lalu lintas di sekitar. Jangan memacu motor secara berlebihan jika kondisi jalan sedang ramai.
Momentum yang pas, akan membuat kamu tidak perlu menarik tuas gas secara mendalam saat berada di posisi miring. Hal ini sangat membantu menjaga keawetan v-belt motor kamu.
2. Jaga Putaran Mesin Tetap Stabil
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengendara matic adalah, menutup gas saat motor mulai melambat di tengah tanjakan, lalu menariknya kembali secara mendadak.
Hal ini justru akan membuat transmisi CVT kehilangan tekanan, dan membuat motor terasa "ngempos".
Baca juga: 5 Perawatan CVT Motor Matic yang Perlu Kamu Lakukan Supaya Performanya Tetap Ngacir!
Cara yang benar adalah, dengan menjaga putaran mesin tetap stabil. Jika kamu merasa tenaga motor mulai berkurang, tarik tuas gas secara perlahan dan dalam (urut gas) agar torsi tetap terjaga.
Hindari melakukan gerakan membuka-tutup gas secara cepat (mengocok gas) karena hal ini bisa menyebabkan panas berlebih atau overheat pada komponen kopling sentrifugal.
3. Atur Posisi Tubuh Agak Condong ke Depan
Posisi berkendara sangat memengaruhi keseimbangan motor saat berada di kemiringan yang ekstrem. Saat melewati tanjakan yang sangat tajam, usahakan posisi duduk kamu sedikit lebih maju dan badan agak dicondongkan ke depan.
Hal ini bertujuan untuk menjaga titik berat motor tetap berada di tengah, dan mencegah roda depan terangkat (wheelie).
Dengan mencondongkan badan ke depan, cengkeraman ban depan terhadap aspal akan lebih kuat, sehingga pengendalian setir menjadi lebih stabil.
Baca juga: Dear Girl! Ini Lho 5 Cara Merawat Motor Matic Ringan Supaya Performanya Terjaga dan Tetap Awet
Pastikan juga kedua tangan kamu dalam posisi rileks, namun tetap sigap memegang kemudi untuk mengantisipasi jika jalanan licin atau berlubang di tengah tanjakan.
4. Gunakan Rem Secara Bergantian Saat Berhenti
Ada kalanya kamu terpaksa harus berhenti di tengah tanjakan, karena kemacetan atau hambatan lain.
Dalam kondisi ini, jangan sekali-kali menahan posisi motor dengan membuka gas sedikit (setengah kopling pada matic), karena ini akan membuat kampas ganda cepat aus dan gosong.
Baca juga: Jangan Bingung, Ini 5 Penyebab Rem Motor Kurang Pakem yang Harus Kamu Tahu dan Perbaiki!
Gunakanlah rem depan dan belakang secara maksimal untuk menahan bobot motor. Saat akan mulai berjalan kembali, tarik gas sedikit lebih dalam sambil melepas rem belakang secara perlahan.
Jika berhenti cukup lama, prioritaskan penggunaan rem belakang agar tangan kanan kamu bisa fokus mengatur putaran gas dengan lebih presisi.
5. Manfaatkan Fitur Smart Brake Lock
Bagi kamu yang menggunakan motor matic keluaran terbaru, biasanya sudah dilengkapi dengan fitur Smart Brake Lock atau pengunci rem di tuas rem sebelah kiri.
Fitur ini sangat berguna sebagai "rem tangan" saat kamu harus berhenti cukup lama di tanjakan.
Baca juga: 6 Daftar Motor Matic dengan Rem ABS, Dijamin Lebih Aman saat Perjalanan!
Dengan mengaktifkan fitur ini, kamu bisa mengistirahatkan tangan kiri, dari tekanan menarik tuas rem terus-menerus. Hal ini juga memberikan rasa aman ekstra karena motor tidak akan mundur secara tidak sengaja.
Saat jalanan mulai lancar kembali, kamu tinggal melepas pengunci tersebut dan segera bersiap mengatur ritme gas untuk melanjutkan pendakian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yamaha Indonesia