Kamis, 01 JANUARI 2026 • 12:00 WIB

Sering Terlupakan, Ini Alasan Mobil Listrik Wajib Sedia APAR yang Harus Dipahami Penggunanya!

Author

Ilustrasi APAR untuk mobil listrik. (ANTARA/HO-NETA)

INDOZONE.ID - Memiliki mobil listrik memang memberikan kesan teknologi masa depan yang bersih dan aman. Namun, ada satu perlengkapan yang sering kali dianggap sepele atau bahkan terlupakan oleh para pemiliknya, yaitu Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Padahal, membawa APAR di dalam kabin bukan sekadar memenuhi regulasi pemerintah, melainkan sebuah kebutuhan vital untuk memitigasi risiko spesifik yang dimiliki kendaraan listrik.

Meskipun mobil listrik tidak membawa tangki bahan bakar cair yang mudah meledak, sistem kelistrikan tegangan tinggi dan baterai lithium-ion memiliki karakter risiko kebakaran yang berbeda dan memerlukan penanganan cepat. Sebagai pemilik yang bertanggung jawab, simak lima alasan kuat kenapa mobil listrik kamu wajib sedia APAR yang selalu siap digunakan.

Fungsi APAR di Mobil Listrik Terbaru yang Harus Siap Sedia di Kendaraan

1. Penanganan Awal Short Circuit (Korsleting Listrik)

Ilustrasi Kelistrikan Mobil

Mobil listrik dipenuhi dengan ribuan meter kabel dan konektor yang menyalurkan arus tegangan tinggi dari baterai ke motor penggerak. Meskipun pabrikan sudah memasang sistem keamanan berlapis, risiko korsleting akibat cacat produksi, gigitan tikus pada kabel, atau modifikasi kelistrikan yang tidak standar tetap ada.

Korsleting listrik dapat memicu percikan api di area yang sulit dijangkau, seperti di balik dasbor atau di bawah jok. Tersedianya APAR di dalam kabin memungkinkan kamu untuk melakukan pemadaman dini sebelum api merambat ke komponen sensitif lainnya. Ingat, dalam hitungan detik, api kecil pada sistem kabel bisa berubah menjadi kebakaran besar jika tidak segera dipadamkan.

2. Risiko Thermal Runaway pada Baterai

Tampilan baterai mobil listrik terbaru milik BYD. (slashgear.com)

Salah satu risiko paling ekstrem pada mobil listrik adalah thermal runaway, yaitu kondisi di mana sel baterai mengalami kenaikan suhu yang tidak terkendali akibat kerusakan fisik atau kegagalan sistem pendingin.

Kebakaran yang bersumber dari baterai sangat sulit dipadamkan karena baterai mengandung energi kimia yang bisa terus "memberi makan" api tersebut.

Baca juga: 3 Kiat Aman Pakai APAR pada Mobil Listrik, Pelajari biar Gak Bingung

Fungsi APAR di sini bukan untuk memadamkan baterai yang sudah meledak (karena itu butuh penanganan pemadam kebakaran profesional), melainkan untuk memadamkan api sekunder yang menyambar material kabin seperti karpet atau jok saat gejala awal muncul.

Dengan memadamkan api di sekitar area baterai, kamu bisa memberikan waktu tambahan bagi penumpang untuk keluar dari mobil dengan aman.

3. Membantu Pengguna Jalan Lain dalam Kondisi Darurat

Tampilan Ferrari F40 yang kebakaran di Jepang. (photo/Twitter/@emanuel_E90M3)

Sebagai pengguna jalan, kamu tidak hanya bertanggung jawab atas keamanan dirimu sendiri. Membawa APAR di mobil listrik menjadikanmu pahlawan bagi pengguna jalan lain saat terjadi kecelakaan di depan mata. Kebakaran pasca-tabrakan sering kali terjadi, baik pada mobil listrik maupun mobil konvensional.

Baca juga: Mobil Listrik Mewah Porsche Taycan Terbakar di Jakbar, Polisi Sebut Akibat Korsleting Listrik

Dengan adanya APAR yang selalu sedia, kamu bisa membantu memberikan pertolongan pertama jika melihat api mulai muncul dari kendaraan lain. Tindakan cepat menggunakan APAR dapat menyelamatkan nyawa orang lain sebelum api membakar seluruh badan kendaraan sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

4. Mematuhi Aturan Hukum dan Standar Keselamatan

Ilustrasi lampu rotator polisi. (Dok. Polri)

Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Dirjen Perhubungan Darat telah mewajibkan setiap kendaraan bermotor baru, termasuk mobil listrik, untuk dilengkapi dengan fasilitas pemadam api. Alasan regulasi ini dibuat adalah untuk memastikan standar keselamatan minimum terpenuhi di jalan raya.

Baca juga: Modifikasi Mobil Listrik Boleh Gak Sih? Cek Informasi yang Harus Kamu Perhatikan di Bawah Ini!

Jika kamu membeli mobil listrik bekas yang mungkin APAR-nya sudah kedaluwarsa atau hilang, segera sediakan yang baru. Selain untuk menghindari sanksi administratif atau kendala saat pemeriksaan kendaraan, mematuhi aturan ini menunjukkan bahwa kamu adalah pengemudi yang peduli pada aspek keselamatan standar global.

5. Jenis APAR Khusus untuk Kebakaran Elektrikal

Ilustrasi APAR untuk mobil listrik. (ANTARA/HO-NETA)

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua APAR cocok untuk mobil listrik. Kamu harus menyediakan APAR jenis Powder (Serbuk Kimia) atau CO2, serta yang paling direkomendasikan saat ini adalah jenis Lithium-ion Fire Extinguisher (seperti media Aqueous Vermiculite Dispersion atau AVD).

Baca juga: Ini Manfaat Memasang APAR di Mobil, Nomor 3 Paling Penting!

Menggunakan APAR yang salah, seperti menggunakan air atau busa biasa pada kebakaran listrik tegangan tinggi, justru bisa membahayakanmu karena sifat air yang menghantarkan arus listrik.

Dengan menyediakan APAR yang tepat di dalam mobil, kamu telah menyiapkan alat perlindungan yang spesifik untuk teknologi kendaraan yang kamu gunakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU