INDOZONE.ID - Terdapat banyak daftar motor Honda yang aman pakai Pertalite. Memilih Bahan Bakar Minya (BBM) yang tepat untuk sepeda motor bukan sekadar soal harga, tetapi juga menyangkut performa dan usia mesin.
Masih banyak pengendara yang belum memahami bahwa setiap motor memiliki kebutuhan BBM, berbeda, tergantung pada rasio kompresi mesinnya. Karena itu, penting untuk mengetahui motor Honda mana saja yang aman dan direkomendasikan menggunakan Pertalite.
Sebagai salah satu merek otomotif terbesar di Indonesia, Honda memiliki beragam lini sepeda motor yang digunakan masyarakat dari berbagai kalangan. Namun, sebelum menentukan jenis BBM, ada satu hal mendasar yang perlu dipahami, yakni rasio kompresi mesin.
Baca juga: Update Harga BBM Februari 2026: Shell, BP, dan Vivo Kompak Turunkan Tarif
Banyak pengendra yang masih tidak paham dengan hal ini, terutama memilih jenis BBM yang sesuai dengan jenis rasio kompresi motor.
Sebagai salah satu merek otomotif terbesar di Indonesia, Honda memiliki beragam lini sepeda motor yang digunakan masyarakat dari berbagai kalangan. Namun, sebelum menentukan jenis BBM, ada satu hal mendasar yang perlu dipahami, yakni rasio kompresi mesin.
Memahami Rasio Kompresi Mesin
Rasio kompresi merupakan perbandingan antara volume ruang bakar saat piston berada di titik mati bawah dengan volume ruang bakar ketika piston berada di titik mati atas.
Secara sederhana, rasio ini menunjukkan seberapa besar campuran udara dan BBM dipadatkan sebelum proses pembakaran terjadi.
Semakin tinggi rasio kompresi, semakin besar pula tekanan yang dihasilkan dalam ruang bakar. Hal ini berdampak pada tenaga mesin yang lebih kuat.
Tekanan dan suhu yang lebih tinggi juga menuntut BBM dengan angka oktan yang sesuai agar proses pembakaran tetap stabil dan tidak menimbulkan knocking.
Baca juga: Simak, Ini 5 Kelebihan BBM Ron 95 untuk Kendaraan yang Harus Kamu Ketahui!
Spesifikasi Pertalite dan Kesesuaiannya
Melansir laman resmi Pertamina (13/02/2026), Pertalite memiliki angka oktan (RON) 90 dan berwarna hijau terang.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, BBM Pertalite tidak mengandung timbal, besi, maupun mangan. Sementara itu, kadar sulfur yang terkandung di dalamnya berada di kisaran 880 ppm.
Secara umum, Pertalite direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin antara 9:1 hingga 10:1.
Artinya, motor Honda yang memiliki rasio kompresi dalam rentang tersebut tergolong aman dan sesuai menggunakan Pertalite tanpa perlu khawatir terhadap gangguan performa.
Baca juga: Mobil Solar Diisi Pertalite, Apa yang Terjadi? Ini Dampak dan Risikonya
Daftar Motor Honda yang Aman Menggunakan Pertalite
Berdasarkan laman resmi Honda, berikut daftar motor Honda yang aman pakai Pertalite dengan rasio kompresinya:
- Honda BeAT dan BeAT FI - rasio kompresi 9,2:1
- Honda BeAT FI eSP - rasio kompresi 9,5:1
- Honda Blade dan Blade FI - rasio kompresi 9,3:1
- Honda Karisma - rasio kompresi 9:1
- Honda Kirana - rasio kompresi 9:1
- Honda Legenda - rasio kompresi 9:1
- Honda MegaPro - rasio kompresi 9,1:1
- Honda MegaPro FI dan New MegaPro - rasio kompresi 9,5:1
- Honda New Supra X 125 FI - rasio kompresi 9,3:1
- Honda Revo dan Revo FI - rasio kompresi 9,3:1
- Honda Scoopy dan Scoopy FI - rasio kompresi 9,2:1
- Honda Scoopy eSP - rasio kompresi 9,5:1
- Honda Spacy dan Spacy FI - rasio kompresi 9,2:1
- Honda Supra Fit dan Supra X - rasio kompresi 9:1
- Honda Supra X 125, Supra X 125 FI, Supra X Helm In, dan Supra X Helm In FI – rasio kompresi 9,3:1
- Honda Tiger - rasio kompresi 9:1
- Honda Vario 110 FI - rasio kompresi 9,2:1
- Honda Vario 110 eSP - rasio kompresi 9,5:1
- Honda Verza - rasio kompresi 9,5:1
- Honda Win - rasio kompresi 9:1
Dengan mengetahui rasio kompresi masing-masing model, pengendara tidak lagi khawator saat mengisi BB, di SPBU karena sudah sesuai dengan kebutuhan mesin.
Baca juga: Ratusan Pengguna Keluhkan Motor Berebet Setelah Isi Pertalite di Jatim, Begini Reaksi Pertamina
Dampak Jika Salah Memilih BBM
Penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat menimbulkan sejumlah masalah.
Dalam jangka panjang, ruang bakar dapat lebih cepat kotor akibat pembakaran yang tidak sempurna. Akibatnya, performa motor menurun, konsumsi BBM menjadi kurang efisien, dan usia komponen mesin berpotensi lebih pendek.
Baca juga: Soal Motor Mogok Usai Isi BBM, Menteri Bahlil Pastikan Kualitas Pertalite di Jatim Sesuai Standar
Oleh karena itu, memahami spesifikasi motor sebelum memilih jenis BBM merupakan langkah sederhana yang berdampak besar terhadap keawetan kendaraan.
Dengan memilih BBM yang tepat, performa tetap optimal dan mesin pun lebih terjaga dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pertamina, Honda Cengkareng