Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 11:30 WIB

5 Cara Merawat Helm Supaya Gak Bau Apek meski Dipakai Setiap Hari, Wajib Simak!

Author

Perawatan Helm
INDOZONE.ID
 - Helm merupakan perlengkapan keselamatan paling krusial bagi setiap pengendara motor.

Namun, karena letaknya yang bersentuhan langsung dengan kepala, helm sering kali menjadi sarang keringat, minyak rambut, dan debu. 

Jika tidak dirawat dengan benar, kombinasi ini akan menimbulkan bau apek yang sangat menyengat, terutama bagi kamu yang memiliki mobilitas tinggi dan harus berkendara setiap hari.

Bau apek bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, yang menyebabkan gatal di kulit kepala atau jerawat di area wajah.

Agar helm kesayanganmu tetap segar dan nyaman dipakai, berikut adalah 5 cara merawat helm yang wajib kamu simak dan praktikkan!.

Cara Ngerawat Helm supaya Wangi dan Gak Bau Apek

1. Jangan Langsung Masukkan Helm ke Bagasi Setelah Dipakai

Suzuki Access 125 hadir dengan bagasi yang luas. (INDOZONE/Dwi Ajie)

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan pengendara adalah, langsung menyimpan helm di dalam bagasi motor atau lemari tertutup sesaat setelah sampai di tujuan.

Saat baru di lepas, bagian dalam helm masih lembap karena keringat dari kulit kepala. 

Jika langsung ditutup rapat, kelembapan tersebut akan terperangkap, dan memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau apek.

Biasakan untuk mendiamkan helm di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik minimal selama 15 hingga 30 menit. Jika memungkinkan, letakkan helm dengan posisi terbalik agar uap panas di bagian dalam bisa keluar lebih cepat.

Setelah benar-benar kering dan suhu di dalamnya kembali normal, barulah kamu boleh menyimpannya di tempat tertutup.

2. Gunakan Balaclava atau Masker Kepala

Helm SMK (SMK)

Cara paling efektif untuk menjaga kebersihan bagian dalam helm adalah, dengan menggunakan balaclava atau masker kepala khusus pengendara.

Balaclava berfungsi sebagai lapisan pelindung yang menyerap keringat dan minyak rambut, sebelum menyentuh busa helm secara langsung.

Baca juga: Apakah Helm Bisa Kedaluwarsa? Begini Cara Mengenali dan Merawatnya

Keringat yang menempel pada balaclava, jauh lebih mudah dibersihkan karena kamu bisa mencucinya setiap hari bersama pakaian biasa.

Dengan menggunakan lapisan tambahan ini, busa helm kamu akan tetap kering dan terjaga kebersihannya lebih lama.

Sehingga, aroma apek tidak akan mudah muncul meski helm dipakai menembus kemacetan setiap hari.

3. Rutin Mencuci Busa Helm (Padding) Secara Berkala

Ilustrasi Membersihkan Helm

Sebagian besar helm modern saat ini sudah dilengkapi dengan fitur removable padding, atau busa yang bisa dilepas-pasang dengan mudah.

Manfaatkan fitur ini untuk mencuci busa helm minimal dua minggu sekali, jika kamu menggunakannya setiap hari.

Baca juga: 7 Tips Memilih Helm Motor yang Tepat: Nyaman dan Aman untuk Rider Sejati!

Gunakan deterjen bayi atau sampo yang berbahan lembut, agar tekstur busa tidak cepat rusak atau kempes.

Hindari menyikat busa terlalu keras, cukup rendam dan remas-remas lembut, lalu bilas hingga bersih.

Hal yang paling penting adalah, pastikan busa benar-benar kering sempurna di bawah sinar matahari atau kipas angin sebelum dipasang kembali.

Sebab, busa yang masih lembap justru akan membuat bau helm menjadi jauh lebih buruk.

4. Bersihkan Kaca dan Ventilasi dari Debu

Ilustrasi helm baru. (freepik)

Terkadang, bau tidak sedap tidak hanya berasal dari busa, tapi juga dari debu yang menyumbat lubang ventilasi.

Lubang ventilasi yang tersumbat, akan membuat sirkulasi udara di dalam helm terganggu. Sehingga, kepala menjadi lebih cepat gerah dan berkeringat.

Gunakan sikat kecil atau cotton bud untuk membersihkan celah-celah ventilasi secara rutin. Selain itu, pastikan kaca helm (visor) selalu bersih agar pandangan tetap jernih.

Baca juga: 6 Tanda Helm Harus Segera Diganti, Kamu Harus Tahu!

Gunakan lap mikrofiber yang lembut dan sedikit air sabun, untuk membersihkan kotoran yang menempel tanpa menggores permukaan kaca.

Helm yang memiliki sirkulasi udara lancar, akan terasa jauh lebih adem dan bebas pengap.

5. Semprotkan Parfum Helm dengan Kandungan Disinfektan

Ilustrasi helm. (freepik)

Langkah terakhir untuk memastikan helm tetap harum adalah dengan menyemprotkan cairan pengharum khusus helm.

Namun, jangan asal pilih parfum biasa, pilihlah produk yang memiliki kandungan disinfektan atau antibakteri.

Parfum dengan disinfektan tidak hanya menutupi bau dengan aroma wangi, tapi juga mematikan kuman dan bakteri yang mulai berkembang di sela-sela busa.

Semprotkan secukupnya setelah helm dikeringkan (poin pertama), dan biarkan cairan menyerap sempurna sebelum helm digunakan kembali.

Baca juga: Jenis Helm Modular Populer di Kalangan Bikers, Ini Keunggulannya

Hindari menyemprotkan parfum terlalu banyak karena sisa cairan yang terlalu basah justru bisa membuat kulit kepala terasa panas atau iritasi.

Merawat helm supaya tidak bau apek sebenarnya tidak sulit, asalkan kamu disiplin dalam menjaga kelembapannya.

Dengan rutin mencuci busa, menggunakan balaclava, dan memastikan sirkulasi udara terjaga, helm kamu akan selalu terasa seperti baru setiap kali digunakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wahana Honda

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU