Mengenal Istilah 'Range Anxiety' yang Kerap Dialami Pengguna Mobil ICE saat Beralih ke EV!
INDOZONE.ID - Transisi dari mobil bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) ke mobil listrik (EV) di tahun 2026 ini, bukan sekadar soal berpindah dari mengisi bensin ke mengisi daya baterai.
Bagi kamu yang terbiasa dengan kemudahan menemukan SPBU di setiap sudut jalan, ada satu tantangan psikologis yang sering muncul saat pertama kali mengemudikan mobil listrik. Istilah ini dikenal dengan sebutan Range Anxiety.
Memahami apa itu range anxiety sangat penting, agar kamu tidak ragu untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan.
Fenomena ini sebenarnya adalah hal yang wajar, dan bisa diatasi dengan penyesuaian kebiasaan serta pemanfaatan teknologi navigasi yang tepat.
Berikut adalah penjelasan mengenai istilah range anxiety, dan mengapa pengguna mobil ICE kerap merasakannya saat beralih ke EV.
Apa Itu Range Anxiety?
Secara harfiah, Range Anxiety adalah perasaan cemas atau takut jika daya baterai mobil listrik, akan habis sebelum mencapai tujuan atau sebelum menemukan stasiun pengisian daya (SPKLU).
Perasaan ini muncul karena adanya ketidakpastian mengenai sisa jarak tempuh yang ditampilkan di panel instrumen mobil.
Baca juga: 5 Kelebihan Mobil Listrik dengan Mobil Konvensional: Mana Lebih Unggul?
Bagi pengguna mobil ICE, indikator bensin yang menipis jarang memicu kepanikan luar biasa, karena proses pengisian bensin hanya memakan waktu 5 menit dan SPBU tersebar sangat luas.
Sementara pada EV, proses pengisian daya membutuhkan waktu lebih lama (terutama jika menggunakan AC charging), sehingga perencanaan perjalanan menjadi variabel baru yang harus dipikirkan oleh pengemudi.
Mengapa Pengguna Mobil ICE Merasakannya?
Masalah infrastruktur pengisian daya yang kurang terlihat, menjadi hambatan psikologis pertama bagi para pengguna mobil konvensional.
Berbeda jauh dengan papan reklame SPBU yang ukurannya sangat besar dan mencolok dari kejauhan, lokasi titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU, di berbagai gedung perkantoran maupun pusat perbelanjaan di wilayah Tangerang dan Jakarta sering kali terletak di sudut-sudut tersembunyi area parkir bawah tanah atau lantai atas.
Hal ini menciptakan kesan seolah-olah tempat pengisian daya sulit ditemukan, dan tidak tersedia sebanyak pom bensin. Padahal, jumlah titiknya terus bertambah setiap waktu.
Baca juga: Ngecas Mobil Listrik di SPKLU Rest Area? Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan
Selain masalah visibilitas, bayang-bayang mengenai lama waktu pengisian daya juga sering menjadi momok yang menghantui pikiran calon pengguna mobil listrik.
Banyak orang masih terjebak pada pemikiran lama bahwa, mengisi daya baterai harus memakan waktu berjam-jam layaknya mengisi daya ponsel pintar.
Padahal, dengan kemajuan teknologi Ultra Fast Charging di tahun 2026 ini, proses pengisian daya dari kondisi 10 persen hingga menyentuh angka 80 persen pada banyak lini mobil listrik keluaran terbaru, kini dapat dituntaskan hanya dalam durasi 20 hingga 30 menit saja, atau setara dengan waktu yang kamu habiskan untuk sekadar menikmati secangkir kopi.
Kekhawatiran tersebut semakin diperparah oleh adanya faktor eksternal, yang secara langsung memengaruhi daya tahan baterai selama di perjalanan.
Baca juga: Ngisi Baterai Mobil Listrik Cuma 5 Menit, Bos BYD Indonesia Bilang Bisa Kok
Pengguna baru yang biasanya tidak pernah ambil pusing soal sisa bensin saat menyalakan AC, kini sering merasa kaget melihat persentase baterai yang turun lebih cepat ketika suhu kabin diatur pada posisi paling dingin.
Kondisi kemacetan parah yang memaksa mobil berhenti lama pun, turut memberikan tekanan mental tersendiri.
Hal tersebut memicu kalkulasi mental yang terjadi terus-menerus sepanjang perjalanan, mengenai apakah daya yang tersisa masih cukup untuk mencapai tujuan akhir atau tidak.
Jadi, Range anxiety adalah hambatan mental yang sering menghantui para pemula di dunia mobil listrik. Namun, dengan semakin masifnya pembangunan SPKLU dan meningkatnya kapasitas baterai mobil listrik di tahun 2026, kecemasan ini perlahan akan tergantikan oleh kenyamanan berkendara yang senyap dan jauh lebih hemat biaya operasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://www-geotab-com