Rem Blong di Turunan Bisa Dicegah, Ini Trik Pindah Gigi D ke L yang Wajib Dikuasai Pemula
INDOZONE.ID - Melewati jalan turunan yang tajam menjadi salah satu momen yang cukup menegangkan bagi pengemudi mobil matic.
Banyak yang masih bingung soal penggunaan tuas transmisi saat kondisi jalan menurun. Sehingga akhirnya hanya mengandalkan rem secara terus-menerus sepanjang turunan.
Sebenarnya, mobil matic memiliki fitur khusus yang bisa dimanfaatkan untuk melewati turunan tajam supaya lebih aman, dengan memanfaatkan efek engine brake melalui perpindahan posisi tuas transmisi.
Kenapa Tidak Boleh Hanya Mengandalkan Rem
Penting dipahami terlebih duhalu mengapa mengandalkan rem secara terus-menerus saat turunan panjang sangat berbahaya. Ketika rem diinjak berulang kali dalam waktu lama, kampas rem akan menghasilkan panas yang terus menumpuk.
Baca juga: Apa Itu Engine Brake? Ini Penjelasannya
Jika panas ini melebihi batas kemampuan sistem pengereman untuk melepaskannya, minyak rem bisa mendidih dan menghasilkan gelembung udara di dalam sistem hidrolik rem.
Kondisi inilah yang bisa menyebabkan rem blong. Risiko ini semakin besar pada turunan panjang dan curam, seperti yang sering ditemui di daerah pegunungan.
Mengenal Posisi Gigi saat Turunan
1.Posisi D
Mode berkendara normal yang digunakan untuk kondisi jalan datar sehari-hari. Pada posisi ini, transmisi akan secara otomatis berpindah ke gigi yang lebih tinggi seiring bertambahnya kecepatan kendaraan.
Sehingga kurang cocok digunakan saat melewati turunan tajam karena efek engine brake yang dihasilkan sangat minim.
2. Posisi 2
posisi ini embatasi perpindahan transmisi hanya pada gigi satu dan dua, sehingga menghasilkan efek engine brake yang lebih terasa dibandingkan posisi D.
Posisi ini cocok digunakan untuk turunan dengan kemiringan sedang, di mana pengemudi masih membutuhkan sedikit akselerasi namun tetap ingin memanfaatkan efek pengereman mesin.
3. Posisi L atau 1
Posisi ini merupakan gigi terendah yang menghasilkan efek engine brake paling maksimal. Pada posisi ini, putaran mesin akan ditahan pada rpm yang lebih tinggi meski kecepatan kendaraan rendah.
Kendaraan secara alami akan tertahan lajunya tanpa perlu terlalu sering menginjak pedal rem. Posisi ini sangat direkomendasikan untuk turunan yang sangat curam dan panjang, seperti di kawasan pegunungan atau perbukitan.
Tips Tambahan untuk Perjalanan di Area Pegunungan
Pastikan kondisi rem, termasuk minyak rem dan kampas rem, dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama jika rute yang dilalui diketahui memiliki banyak turunan curam.
Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mengingat jarak pengereman pada kondisi turunan cenderung lebih panjang dibandingkan jalan datar.
Baca juga: Mengenal Engine Break serta Fungsinya: Bisa Mencegah Rem Blong!
Jika memungkinkan, cari informasi terlebih dahulu mengenai kondisi rute yang akan dilalui, terutama bagi pengemudi yang belum familiar dengan medan pegunungan.
Memahami cara memanfaatkan posisi gigi rendah pada mobil matic bukan sekadar pengetahuan teknis biasa, melainkan keterampilan penting yang bisa menyelamatkan nyawa, terutama saat menghadapi kondisi jalan menurun tajam yang berisiko tinggi.
Membiasakan diri menggunakan engine brake secara tepat akan membuat perjalanan jauh lebih aman dan mengurangi beban kerja sistem pengereman kendaraan secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Auto Express