Simak Perbedaan Oli Mobil dan Motor yang Sering Disangka Sama.
INDOZONE.ID - Memilih oli mesin yang tepat adalah salah satu hal paling krusial dalam merawat mobil. Sayangnya, masih banyak pemilik kendaraan yang asal pilih oli tanpa memperhatikan tingkat kekentalannya (viscosity).
Ada anggapan kekentalan oli berbanding lurus dengan bagusnya perlindungan terhadap mesin kendaraan. Padahal, oli terlalu kental justru bisa menimbulkan masalah serius, terutama jika tidak sesuai dengan spesifikasi mesin mobil kamu.
Tingkat kekentalan oli sudah ditentukan oleh pabrikan berdasarkan desain mesin dan kebutuhan pelumasan yang ideal. Supaya kamu gak salah langkah, penting banget untuk memahami apa saja efek samping dari penggunaan oli yang terlalu kental.
Kali ini, INDOZONE akan membahas lima dampak negatif jika kamu menggunakan oli dengan viskositas tinggi di luar rekomendasi pabrikan.
Ilustrasi starter mobil. (freepik)
Salah satu efek langsung dari oli yang terlalu kental, adalah mesin menjadi lebih sulit dihidupkan pada suhu rendah. Ketika mesin masih dingin, oli dengan viskositas tinggi akan bergerak lebih lambat dan sulit mengalir ke seluruh bagian mesin. Akibatnya, pelumasan awal tidak maksimal dan gesekan antar komponen meningkat.
Situasi ini bisa menyebabkan suara kasar saat mesin baru dinyalakan, starter menjadi lebih berat, dan dalam jangka panjang mempercepat keausan komponen.
Untuk mobil-mobil modern, hal ini juga bisa berdampak pada sistem elektronik karena mesin butuh waktu lebih lama mencapai suhu kerja ideal. Jadi, jangan remehkan pemilihan oli yang sesuai standar suhu operasional kendaraan kamu.
Illustrasi proses pengisian BBM (Freepik.com)
Oli terlalu kental membuat mesin bekerja lebih berat. Sebab, komponen internal harus melawan hambatan dari oli itu sendiri.
Hal ini menyebabkan efisiensi kerja mesin menurun dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Mesin butuh tenaga lebih besar untuk beroperasi, yang otomatis berdampak pada peningkatan penggunaan BBM.
Jika kamu merasa mobil jadi lebih boros meski tidak ada perubahan gaya berkendara atau beban, mungkin oli yang kamu gunakan terlalu kental.
Baca juga: Jangan Bingung, Ini 5 Perbedaan Oli Mineral dan Sintetik untuk Mobil yang Harus Kamu Tahu!
Apalagi untuk mobil kecil atau LCGC, penggunaan oli yang tidak sesuai viskositas, bisa langsung terasa di konsumsi bahan bakarnya. Pilih oli dengan kekentalan yang direkomendasikan untuk menjaga efisiensi dan irit BBM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000