Ilustrasi ban motor kempes (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu memperhatikan permukaan ban motor, dan menyadari bahwa alurnya mulai memudar atau bahkan sudah rata alias halus?
Banyak pengendara sering kali menyepelekan kondisi ini dengan alasan "masih bisa jalan", atau ingin menghemat biaya pengeluaran.
Padahal, ban adalah satu-satunya komponen motor yang bersentuhan langsung dengan aspal. Membiarkan ban dalam kondisi halus bukan hanya soal kenyamanan, tetapi merupakan pertaruhan nyawa yang sangat berisiko.
Sebelum kamu memutuskan untuk menunda kunjungan ke bengkel ban, ada baiknya kamu memahami konsekuensi fatal yang siap mengintai.
Berikut adalah, lima bahaya utama yang wajib kamu waspadai jika tetap memaksakan berkendara dengan ban motor yang sudah halus.
Ilustrasi berkendara saat hujan. (Freepik/EyeEm)
Bahaya paling nyata dari ban halus adalah hilangnya kemampuan evakuasi air. Alur atau kembangan pada ban berfungsi untuk membelah dan membuang air saat kamu melintasi genangan atau jalanan basah akibat hujan.
Jika alur ini sudah hilang, air akan terperangkap di bawah permukaan ban dan menciptakan lapisan tipis yang membuat ban kehilangan kontak dengan aspal.
Fenomena ini bisa menyebabkan kamu tergelincir seketika, meski hanya melakukan pengereman ringan atau saat berbelok di tikungan yang sedikit lembap.
Ilustrasi rem motor. (Freepik)
Ban yang sudah halus kehilangan daya cengkeram atau traksi terhadap permukaan jalan. Hal ini berdampak langsung pada efektivitas sistem pengereman motor kamu.
Saat kamu menarik tuas rem, ban yang gundul cenderung akan terseret (selip) di atas aspal daripada berhenti dengan stabil.
Akibatnya, jarak yang dibutuhkan motor untuk benar-benar berhenti menjadi jauh lebih panjang.
Baca juga: Jangan Bingung, Ini 5 Penyebab Rem Motor Kurang Pakem yang Harus Kamu Tahu dan Perbaiki!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yamaha Indonesia