Ilustrasi mengecek ban mobil. (Freepik.)
INDOZONE.ID - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menjadi momen favorit banyak orang untuk mudik, liburan keluarga, atau sekadar road trip singkat.
Tapi di balik rencana seru itu, ada satu hal krusial yang sering luput diperhatikan, yakni kondisi ban kendaraan.
Dalam siaran yang diterima Indozone, PT Bridgestone Tire Indonesia mengajak masyarakat lebih peduli soal perawatan ban sebelum Libur Nataru.
“Melalui penyampaian tips perawatan ban khususnya di tengah musim penghujan, kami tidak hanya berupaya meningkatkan edukasi mengenai keselamatan berkendara, tetapi juga menyediakan titik pengecekan ban di ruas tol sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan liburan akhir tahun dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Head of Original Equipment (OE) Sales Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano.
Libur panjang berarti jarak tempuh lebih jauh, beban kendaraan lebih berat, dan potensi hujan lebih sering.
Ban jadi komponen vital yang langsung bersentuhan dengan jalan, sekaligus penentu stabilitas dan keselamatan.
Baca juga: Kenapa Wiper Mobil Gagal Membersihkan Air dengan Sempurna? Ini Penjelasannya
Ban yang sudah aus atau tekanannya tidak ideal bisa meningkatkan risiko selip, terutama saat melintasi jalan basah atau genangan. Oleh karena itu, pengecekan ban sebaiknya dilakukan sebelum mobil benar-benar diajak jalan jauh.
Sebelum berangkat Libur Nataru, ada beberapa langkah sederhana tapi krusial yang bisa dilakukan untuk memastikan ban siap tempur.
Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, bukan sekadar perkiraan. Gunakan alat ukur standar agar hasilnya akurat.
Perhatikan juga indikator TWI (Tire Wear Indicator). Jika alur ban sudah menyentuh batas 1,6 mm, itu tanda ban wajib diganti. Jangan menunggu sampai benar-benar licin.
Selain itu, cek kondisi fisik ban. Hindari menggunakan ban yang retak, sobek, atau memiliki benjolan karena berisiko pecah di kecepatan tinggi.
Ban cadangan atau tire repair kit juga jangan dilupakan. Tekanan ban cadangan idealnya sekitar 5 psi lebih tinggi agar siap dipakai kapan saja.
Jika setir terasa bergetar atau mobil cenderung menarik ke satu sisi, itu sinyal untuk spooring dan balancing. Idealnya dilakukan setiap 8.000–10.000 km.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bridgestone Tire Indonesia