INDOZONE.ID - Banyak pemilik mobil mewah di tahun 2026 ini memilih memasang Paint Protection Film (PPF) sebagai perlindungan tingkat tinggi untuk cat orisinal mereka.
Namun, ada sebuah miskonsepsi besar yang sering terjadi: banyak yang menganggap bahwa setelah mobil "dibungkus" lapisan film, mobil tersebut jadi bebas perawatan selamanya.
Padahal, PPF adalah material thermoplastic polyurethane yang tetap membutuhkan perhatian khusus agar sifat self-healing dan kejernihannya tidak hilang.
Jika salah penanganan, lapisan film yang mahal tersebut bisa menguning, berjamur, bahkan mengelupas.
Simak 5 cara perawatan PPF mobil yang jarang diketahui agar investasi perlindungan kamu tetap aman dan awet bertahun-tahun!
Ilustrasi mencuci mobil. (dok. Freepik)
Ini adalah kesalahan paling umum yang sering merusak lapisan film. Meskipun PPF sangat kuat menahan kerikil, ia memiliki titik lemah pada bagian tepi atau sambungan (edges).
Saat mencuci mobil, pastikan semprotan air bertekanan tinggi dari alat jet washer tidak ditembakkan langsung ke arah tepi film dengan jarak dekat.
Tekanan air yang terlalu kuat bisa menyelinap ke bawah lapisan film, yang mengakibatkan PPF terangkat atau "ngangkat" dari permukaan bodi.
Jaga jarak minimal 30–50 cm dan gunakan sudut semprotan yang landai.
Ilustrasi mencuci mobil (Dok.Istimewa)
PPF sangat sensitif terhadap bahan kimia keras.
Penggunaan sabun colek atau sampo mobil murahan yang mengandung deterjen tinggi dapat mengikis lapisan pelindung di atas film tersebut.
Lambat laun, bahan kimia yang terlalu asam atau basa akan membuat PPF kehilangan sifat kilatnya dan menjadi kusam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Website V-Kool Indonesia