INDOZONE.ID - Saat ini, populasi mobil listrik (EV) di jalanan Indonesia semakin meningkat pesat.
Namun, berbeda dengan mobil konvensional yang mesinnya bisa diotak-atik secara mekanis, mobil listrik memiliki sistem kelistrikan tegangan tinggi yang memerlukan penanganan khusus saat mengalami masalah.
Melihat indikator peringatan menyala atau mobil tiba-tiba kehilangan daya tentu bisa memicu kepanikan. Agar kamu tetap tenang dan tidak melakukan kesalahan fatal, wajib banget mengetahui mitigasi saat mobil listrik mogok.
Nah, berikut adalah 5 hal yang harus dipahami pemilik mobil listrik saat mengalami mogok di tengah jalan.
Ilustrasi lampu hazard. (freepik)
Langkah pertama yang paling krusial adalah, membawa mobil ke bahu jalan atau tempat yang aman selama sisa momentum gerak masih ada.
Begitu berhenti, segera nyalakan lampu hazard sebagai tanda bagi pengendara lain. Mengingat mobil listrik bekerja tanpa suara, keberadaan lampu hazard sangat penting untuk memberi sinyal posisi kamu, terutama saat malam hari atau cuaca buruk di jalan tol.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah, mencoba mendorong mobil listrik saat masih dalam posisi gigi tertentu atau saat sistem terkunci.
Banyak mobil listrik menggunakan motor penggerak yang terhubung langsung ke roda, tanpa kopling tradisional.
Baca juga: Gimana Cara Aman Dorong Mobil Listrik Mogok? Ini Penjelasan yang Harus Kamu Pahami
Memaksa mendorong mobil dalam kondisi transmisi yang tidak tepat, dapat memicu gaya gerak listrik balik yang berisiko merusak komponen inverter atau motor listrik itu sendiri.
Pastikan kamu sudah memindahkan posisi ke "Neutral" (N), sesuai panduan darurat di buku manual.
Urusan performa, Denza D9 dibekali dengan motor listrik yang bertenaga. (https://carnewschina.com/)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hyundai Motors Indonesia