Ilustrasi persneling motor. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Motor susah oper gigi bukan cuma bikin kesal. Ini biasanya jadi tanda ada masalah di sistem transmisi.
Penyebabnya bisa beragam. Mulai dari kampas kopling yang aus sampai oli mesin yang kualitasnya sudah menurun. Kalau dibiarkan, masalah kecil ini bisa jadi besar saat dipakai di jalan.
Kenapa Perseneling Bisa Tiba-Tiba Keras?
Melansir laman Suzuki Indonesia, perseneling adalah bagian penting di motor manual. Fungsinya mengatur perpindahan gigi saat berkendara.
Kalau komponen ini bermasalah, efeknya langsung terasa. Motor jadi tidak nyaman dikendarai, bahkan bisa berbahaya.
Yang sering terjadi, banyak pengendara baru sadar saat kondisinya sudah parah. Padahal tanda-tandanya biasanya sudah muncul lebih awal.
Baca juga: Jangan Nunggu Rusak, Ini Waktu Servis CVT Motor Matic
Ini penyebab paling umum. Saat ada celah atau keausan, perpindahan gigi jadi terasa berat dan tidak responsif.
Baut tuas perseneling yang terlalu longgar atau terlalu kencang bisa mengganggu mekanisme perpindahan gigi. Cukup disetel ulang agar kembali normal.
Biasanya ditandai dengan suara kasar saat pindah gigi. Meski jarang terlihat, komponen ini punya peran penting.
Ukurannya kecil dan sering luput dicek. Tapi kalau aus atau patah, perpindahan gigi bisa jadi sangat berat.
Ini wajar terjadi seiring pemakaian. Kampas yang menipis bikin performa kopling menurun. Idealnya dicek setiap 20.000–25.000 km atau sesuai anjuran pabrikan.
Oli yang sudah jelek atau tidak sesuai spesifikasi bisa bikin perpindahan gigi terasa lambat dan kasar. Ganti oli tepat waktu itu wajib.
Motor harian lebih rentan mengalami ini, apalagi di area lembap. Kabel yang mulai kaku akan membuat kopling berat dan sulit dioperasikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia