Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 12 MEI 2026 • 17:35 WIB

BYD Nilai Insentif Kendaraan Listrik Berbasis Nikel Bisa Percepat Transisi Energi di Indonesia

BYD Nilai Insentif Kendaraan Listrik Berbasis Nikel Bisa Percepat Transisi Energi di IndonesiaBYD M6. (Dok. BYD Indonesia)

INDOZONE.ID - Rencana pemerintah Indonesia memberikan insentif lebih besar untuk kendaraan listrik berbasis baterai nikel mendapat perhatian dari pelaku industri otomotif. 

Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional di tengah ketidakpastian global terhadap energi fosil.

Dukungan terhadap kebijakan itu juga disampaikan pabrikan otomotif asal China, BYD. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan pihaknya melihat arah kebijakan pemerintah sebagai langkah positif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

“Tapi saya percaya insentif dari pemerintah, bisa sesegera mungkin mendukung transisi energi dan mengurangi subsidi bahan bakar, apalagi dengan uncertainty dan situasi geopolitik sekarang menjadi semakin kompleks ya untuk tetap bergantung pada energi fosil,” kata Luther Panjaitan seperti yang dikutip ANTARA.

Baca juga: BYD Siapkan Atto 1 Versi Terbaru, Hadir dengan Sejumlah Upgrade Fitur: Berapa Harganya?

Menurut Luther, BYD selama ini memiliki strategi jangka panjang dalam mengikuti perkembangan pasar kendaraan listrik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itu, perusahaan mengaku siap menyesuaikan diri dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah terkait industri kendaraan elektrifikasi.

Ia menjelaskan bahwa strategi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penjualan kendaraan, tetapi juga menyangkut pembangunan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.

“Kami telah menetapkan seluruhnya, mempertimbangkan berbagai macam aspek termasuk dari sisi produksi, ekosistem yang akan dibangun, gaya dalam menentukan jaringan penjualan, kemudian pertimbangan terhadap package terhadap pengendaraannya, yaitu seperti after sales, commitment dari warranty, lalu baterai,” jelas Luther.

Secara global, BYD disebut telah memiliki pengalaman dalam mendukung transisi kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik penuh di sejumlah negara. Pengalaman tersebut nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran dalam mengembangkan pasar EV di Indonesia.

Baca juga: Mobil Listrik Baru VW ID. Polo, Siap Ramaikan Pasar EV

“Rencana itu mungkin juga adalah refleksi bahwa ternyata efektifnya aturan fiskal bahkan non-fiskal yang ada saat ini dalam mendukung transisi,” ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan disebut tengah mengkaji pemberian insentif lebih besar bagi kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbahan baku nikel lokal. Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung program hilirisasi industri dalam negeri sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya mineral Indonesia.

Fokus utama kebijakan tersebut adalah penggunaan nikel lokal, khususnya jenis third generation atau nikel berkadar tinggi, sebagai bahan utama produksi baterai kendaraan listrik.

Meski demikian, Luther menilai seluruh jenis teknologi baterai pada dasarnya tetap mendukung tujuan pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BYD Nilai Insentif Kendaraan Listrik Berbasis Nikel Bisa Percepat Transisi Energi di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!