INDOZONE.ID - Masih banyak yang nganggep semua oli itu sama aja. Padahal, beda kendaraan beda juga kebutuhannya.
Banyak kejadian orang asal tuang oli mobil ke motor atau sebaliknya, karena berpikir itu cuma soal pelumas doang. Padahal, urusan oli nggak bisa disepelein karena bisa ngaruh langsung ke performa dan umur mesin kendaraan.
Baca juga: 4 Cara Efektif Atasi Karat di Tangki Motor, Bikin Awet dan Aman!
8 Perbedaan Oli Mobil dan Motor
Yuk, kenali lebih jauh bedanya oli mobil dan motor biar nggak asal pilih lagi.
1. Komposisi Bahan
Oli mobil punya zat aditif pelumas (friction modifier) dan TBN (Total Base Number) tinggi, cocok buat mesin mobil yang butuh perlindungan ekstra dari gesekan.
Tapi, kalau oli mobil dipakai buat motor, terutama yang punya sistem kopling basah, malah bisa bikin kopling jadi selip. Jadi, jangan asal tuang ya.
2. Standar yang Berlaku
Oli mobil biasanya pakai standar dari ACEA, ILSAC, atau API Service, sedangkan oli motor punya standar JASO. Jadi, kalau nemu tulisan JASO MA atau MA2 di label, itu artinya oli buat motor.
3. Label Produk
Perhatikan label di kemasan, karena oli motor biasanya ada tulisan 4-T atau gambar motor. Kalau oli mobil, biasanya pakai gambar mobil atau tulisan kayak “for gasoline car”. Ini bukan hiasan doang, tapi petunjuk biar pengguna nggak asal pilih.
4. Ketahanan Suhu
Mesin motor cenderung lebih cepat panas, jadi olinya dirancang tahan di suhu tinggi. Di sisi lain, oli mobil dibuat untuk suhu yang lebih stabil.
Nah itu sebabnya, oli motor biasanya punya daya tahan suhu yang lebih kuat.
5. Kandungan Aditif
Oli motor biasanya punya lebih banyak aditif detergen, karena mesin motor lebih gampang kotor. Sedangkan oli mobil fokus ke dispersan biar partikel kotoran tetap ngambang dan nggak nempel di mesin.
6. Ukuran Kemasan
Kalau kamu perhatiin, oli motor biasanya dijual dalam botol kecil (sekitar 1 liter), sedangkan oli mobil butuh lebih banyak karena kapasitas mesinnya juga besar.
7. Waktu Ganti Oli
Oli motor umumnya diganti tiap 2.000–5.000 km, sementara oli mobil bisa tahan sampai 5.000–10.000 km. Jadi, jangan samain intervalnya ya.
Baca juga: Masuk Musim Hujan, Kenali 5 Kerusakan Wiper Mobil yang Sering Terjadi dan Harus Kamu Ketahui!
8. Keterangan Tambahan
Oli mobil biasanya ada kode seperti API 10W-40, sedangkan oli motor suka ada tulisan kayak anti-slip atau excellent wet clutch. Nah, keterangan ini nunjukin fitur oli yang sesuai sama sistem mesin dan koplingnya.
Jadi, sekarang sudah tahu kan, kalau oli motor dan mobil itu jelas beda? 2 jenis ini nggak bisa saling tukar meski sama-sama disebut oli mesin.
Pakai oli yang salah bisa bikin performa mesin turun, bahkan bisa sampai bikin komponen rusak. Biar nggak rugi di akhir, pastiin pilih oli yang sesuai sama jenis kendaraan kamu, ya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto2000.co.id