INDOZONE.ID - Banyak pemilik mobil yang mengganti velg standar ke ukuran yang lebih besar demi tampilan yang lebih sporty dan elegan. Memang, mobil dengan pelek besar terlihat lebih gagah dan keren, apalagi jika dipadukan dengan ban tipis.
Tapi, muncul pertanyaan yang sering bikin ragu, "Apakah ganti velg ke ukuran lebih besar bikin konsumsi bahan bakar (BBM) jadi lebih boros?"
Jawabannya, iya, bisa lebih boros. Tapi, seberapa borosnya dan apa penyebabnya? Yuk, kita bahas detailnya supaya kamu bisa menimbang untung-ruginya sebelum memodifikasi mobil kesayanganmu.
Kenapa Setelah Ganti Velg Mobil Bensinnya Jadi Boros?
1. Bobot Pelek Besar Mempengaruhi Konsumsi BBM
Velg dengan ukuran lebih besar umumnya memiliki bobot yang lebih berat, terutama jika menggunakan material biasa, seperti baja atau logam campuran non-forged.
Ketika bobot unsprung mass (massa tidak tersuspensi seperti roda dan rem) bertambah, mesin harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan. Hal ini secara langsung berdampak pada konsumsi bahan bakar yang meningkat.
Semakin berat roda, maka semakin besar pula beban kerja pada sistem penggerak, khususnya saat start atau akselerasi. Meskipun di kecepatan konstan perbedaannya mungkin tidak terlalu terasa, tetapi dalam penggunaan harian di kota dengan stop-and-go traffic, efek ini bisa cukup signifikan.
2. Ukuran Ban Lebar Meningkatkan Hambatan Gulir
Saat mengganti velg ke ukuran lebih besar, biasanya kamu juga akan menggunakan ban dengan profil lebih lebar agar proporsinya tetap pas.
Ban yang lebih lebar berarti memiliki hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih tinggi, artinya gesekan antara ban dan permukaan jalan meningkat. Kondisi ini membuat mesin bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan.
Baca juga: 5 Cara Merawat Velg Mobil yang Benar supaya Tetap Awet
Meskipun ban lebar bisa memberikan traksi lebih baik, terutama saat menikung atau di permukaan basah, sisi negatifnya adalah konsumsi BBM yang meningkat.
Ban dengan rolling resistance tinggi akan menyerap lebih banyak tenaga dari mesin, artinya kamu harus lebih sering mengisi bahan bakar jika tidak diimbangi dengan gaya berkendara yang efisien.
3. Rasio Roda dan Percepatan Terpengaruh
Mengganti velg dan ban ke ukuran yang lebih besar akan mengubah diameter total roda. Perubahan ini mempengaruhi rasio akhir roda terhadap jalan (final drive ratio).
Saat diameter roda bertambah, jarak tempuh per satu putaran roda menjadi lebih jauh, tetapi efeknya adalah performa akselerasi menjadi lebih lambat, dan tenaga mesin menjadi tidak seefisien sebelumnya.
Baca juga: Perhatikan Manfaat dan Efek Ganti Velg Mobil dengan Ukuran Lebih Besar!
Perubahan ini mungkin terasa kecil, tapi dalam jangka panjang bisa mempengaruhi efisiensi bahan bakar. ECU (Electronic Control Unit) mobil akan membaca data kecepatan dan rotasi roda yang berbeda dari setelan pabrikan, yang bisa membuat sistem pembakaran tidak seoptimal semula.
4. Pengaruh Aerodinamika dan Handling
Velg besar biasanya dipasangkan dengan ban profil rendah (low profile) yang secara tampilan memang keren, tapi berdampak pada kenyamanan dan aerodinamika.
Profil ban yang lebih tipis cenderung lebih kaku, yang bisa meningkatkan getaran dan mengurangi efisiensi kendaraan, terutama dalam kecepatan tinggi. Selain itu, perubahan desain roda juga bisa mempengaruhi aliran udara di sekitar mobil.
Baca juga: Jarang Diketahui, Ini Pentingnya Kode Tahun Pembuatan Ban Mobil yang Harus Kamu Pahami!
Jika desain velg tidak mendukung aerodinamika yang baik, hambatan udara bisa meningkat. Ini secara tidak langsung juga menambah beban kerja mesin, yang akhirnya meningkatkan konsumsi bahan bakar mobil kamu.
5. Material dan Desain Velg Juga Berperan
Tidak semua velg besar otomatis membuat konsumsi BBM boros. Jika kamu memilih pelek berukuran besar tapi dibuat dari material ringan seperti forged aluminum atau magnesium alloy, maka pengaruh terhadap efisiensi BBM bisa diminimalkan.
Baca juga: Ban Mobil Sobek Bagian Samping Apakah Masih Aman Digunakan? Yuk Cek Penjelasannya di Sini!
Material ringan membantu mengurangi bobot total roda, sehingga tidak terlalu membebani mesin. Desain pelek juga memengaruhi performa.
Beberapa velg aftermarket memiliki desain yang lebih optimal untuk sirkulasi udara dan pendinginan rem, serta lebih ringan dibanding pelek OEM berukuran besar.
Jadi, kalau kamu tetap ingin upgrade tampilan tanpa mengorbankan konsumsi bahan bakar secara signifikan, pemilihan material dan desain pelek sangat penting untuk dipertimbangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SUZUKI