INDOZONE.ID - Motor matic memang dikenal praktis dan nyaman digunakan, apalagi untuk mobilitas harian di perkotaan.
Tapi, tak sedikit pengendara yang mengeluhkan tarikan motor matic terasa berat, terutama saat awal dinyalakan atau ketika melewati tanjakan.
Tarikan berat motor matic bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari komponen yang kotor, aus, hingga jarang diservis.
Sayangnya, banyak orang mengira masalah ini hanya bisa diatasi di bengkel besar dengan biaya mahal.
Nah, buat kamu yang lagi mengalami masalah tarikan motor matic yang berat, jangan buru-buru panik. Di bawah ini adalah 5 cara mudah mengatasi tarikan motor matic berat yang sering terjadi, dan ternyata gampang banget kalau kamu tahu caranya!
Cara Mengatasi Tarikan Motor Matic Berat yang Sering Dialami
1. Bersihkan CVT dan Ganti V-Belt Jika Perlu
Salah satu penyebab utama tarikan motor matic terasa berat adalah bagian CVT (Continuously Variable Transmission) yang kotor atau V-Belt yang sudah aus. CVT adalah sistem transmisi otomatis yang mengatur perpindahan tenaga ke roda.
Jika bagian ini kotor oleh debu, oli, atau serpihan karet, maka putaran akan terasa berat dan tidak responsif. Lakukan pembersihan CVT secara rutin, minimal setiap 6.000–8.000 km atau sebulan sekali untuk pemakaian harian.
Jika V-Belt sudah retak, tipis, atau mulai longgar, sebaiknya segera diganti. Komponen ini termasuk vital dan jika putus di jalan, motor bisa langsung mogok. Dengan CVT dan V-Belt yang bersih dan terawat, tarikan motor akan kembali enteng seperti baru.
2. Periksa Kondisi Filter Udara
Filter udara yang kotor bisa menyebabkan asupan udara ke ruang bakar menjadi terhambat. Hal ini membuat proses pembakaran tidak sempurna, sehingga tenaga yang dihasilkan jadi loyo dan tarikan terasa berat.
Filter udara yang jarang dibersihkan, akan dipenuhi debu dan kotoran, apalagi jika kamu sering melewati jalan berdebu atau kotor. Cek dan bersihkan filter udara minimal sebulan sekali, atau ganti jika kondisinya sudah tidak layak pakai.
Baca juga: Filter Udara Ferrox untuk Yamaha XSR155 Terbuat dari Stainless
Filter yang bersih akan membantu pembakaran lebih optimal, tarikan motor jadi lebih ringan, dan konsumsi bahan bakar pun lebih irit. Ini adalah cara mudah dan murah yang sering dilupakan banyak pengendara.
3. Ganti Oli Secara Rutin
Oli mesin yang sudah kotor atau terlalu encer tidak bisa melumasi komponen mesin dengan baik. Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat dan tenaga yang dihasilkan jadi tidak maksimal.
Hal ini bisa menyebabkan tarikan motor menjadi berat, suara mesin kasar, dan suhu mesin cepat naik.
Baca juga: 5 Kesalahan Fatal saat Ganti Oli Motor Sendiri, Bisa Bikin Mesin Jebol!
Pastikan kamu mengganti oli mesin secara rutin setiap 1.000–2.000 km atau sebulan sekali untuk penggunaan intens. Gunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi motor matic kamu.
Jangan hanya melihat dari mereknya saja, tapi juga perhatikan tingkat kekentalan dan rekomendasi dari pabrikan. Oli yang tepat bikin tarikan lebih ringan dan mesin lebih awet.
4. Cek Kampas Ganda dan Kampas Kopling
Pada sistem CVT motor matic, kampas ganda dan kampas kopling bekerja sebagai komponen yang menyalurkan tenaga dari mesin ke roda. J
ika kampas ganda sudah aus atau menempel karena kotor, maka proses penyaluran tenaga tidak akan berjalan optimal. Tarikan jadi berat, dan motor seperti “nahan” saat digas.
Baca juga: 5 Penyebab Kampas Ganda Motor Matic Cepat Habis, Perhatikan Gaya Berkendara!
Servis kampas ganda bisa dilakukan di bengkel kepercayaanmu. Biasanya cukup dibersihkan dan diamplas sedikit agar permukaan kembali bekerja dengan maksimal.
Jika memang sudah aus, sebaiknya segera diganti. Komponen ini memang kecil, tapi pengaruhnya besar terhadap performa tarikan motor matic kamu.
5. Pastikan Tekanan dan Kondisi Ban Sesuai Standar
Banyak yang tidak menyadari, ban motor juga berpengaruh besar pada tarikan. Ban yang kempes atau kurang tekanan angin bisa menambah beban kerja mesin, sehingga motor terasa berat saat digas.
Selain itu, ban yang aus atau botak juga bisa membuat traksi kurang optimal, terutama di jalan basah atau licin.
Baca juga: 5 Cara Merawat Ban Motor Matic Supaya Awet dan Gak Cepat Botak Meski Dipakai Harian!
Periksa tekanan ban setiap minggu, dan pastikan sesuai dengan standar pabrikan (biasanya tertera di bodi motor dekat jok atau dek kaki).
Jika permukaan ban sudah aus atau retak, sebaiknya ganti dengan yang baru. Ban yang prima membuat motor lebih ringan dikendalikan dan tentu saja lebih aman digunakan di berbagai kondisi jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda