Sabtu, 25 OKTOBER 2025 • 10:32 WIB

5 Penyebab Mesin Toyota Avanza Ngelitik dan Bergetar yang Harus Kamu Tahu, Segera Periksakan!

Author

Ilustrasi mesin mobil. (Pexels/rawpixel)

INDOZONE.ID - Toyota Avanza dikenal sebagai mobil keluarga yang tangguh, irit, dan mudah dirawat. Tapi, seiring pemakaian, banyak pengguna yang mulai merasakan mesin ngelitik (knocking) dan bergetar terutama saat mobil melaju pelan atau menanjak.

Gejala ini sering dianggap sepele, padahal kalau dibiarkan bisa bikin performa mesin menurun dan komponen cepat rusak. Sebab, jika mesin mobil ngelitik bisa jadi ada beberapa permasalahan yang menimpa mobil kamu.

Nah, biar kamu nggak salah langkah, yuk pahami lima penyebab utama mesin Toyota Avanza bisa ngelitik dan bergetar, sekaligus cara mengatasinya sebelum makin parah.

Penyebab Mesin Toyota Avanza Bergetar Ngelitik Saat Digunakan

1. Bahan Bakar Tidak Sesuai Rekomendasi

Ilustrasi petugas SPBU Pertamina mengisi BBM kendaraan. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

Penyebab paling umum mesin Avanza ngelitik adalah penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah. Mesin Avanza, terutama yang sudah pakai teknologi Dual VVT-i, butuh bensin dengan oktan minimal RON 92 (seperti Pertamax).

Kalau kamu pakai bensin RON 90 atau di bawahnya, proses pembakaran jadi nggak sempurna dan muncul suara “klitik-klitik” dari ruang mesin.

Selain bikin suara mengganggu, pembakaran tidak sempurna juga bikin tenaga mesin berkurang dan konsumsi BBM jadi boros. Jadi, pastikan kamu isi bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan, apalagi kalau sering melewati tanjakan atau bawa muatan berat.

2. Kampas Kopling atau Engine Mounting Mulai Aus

Ilustrasi Injak Kopling

Kalau getaran terasa kuat saat mobil diam atau di posisi gigi netral, besar kemungkinan engine mounting mulai melemah. Komponen ini berfungsi menopang mesin dan meredam getaran agar nggak terasa ke kabin. Saat karetnya sudah retak atau kaku, getaran mesin langsung terasa lebih keras.

Baca juga: 5 Penyebab Kopling Mobil Keras yang Kamu Harus Tahu: Jangan Disepelekan!

Sedangkan kalau getaran muncul saat perpindahan gigi atau saat mobil mulai jalan, bisa jadi kampas kopling sudah menipis. Kondisi ini bikin tenaga mesin nggak tersalurkan dengan halus dan muncul efek “nyentak” atau getaran tambahan di bodi mobil.

Solusinya, segera cek kondisi mounting dan kopling di bengkel resmi. Ganti kalau memang sudah aus, karena kalau dibiarkan bisa merembet ke kerusakan komponen lain seperti transmisi atau dudukan mesin.

3. Busi Kotor atau Sudah Lemah

Ilustrasi busi. (Indozone/WK)

Busi adalah salah satu komponen penting yang menentukan kelancaran proses pembakaran. Kalau busi kotor, aus, atau celahnya sudah melebar, percikan api jadi lemah dan bahan bakar nggak terbakar sempurna. Akibatnya, muncul getaran tidak normal dan mesin terasa “pincang”.

Baca juga: 5 Keuntungan Mobil Diesel Terbaru pakai Solar Berkualitas yang Harus Kamu Tahu: Mesin Lebih Halus!

Ciri khasnya, mesin bergetar saat idle (diam) dan suara putaran mesin terdengar nggak halus. Selain itu, tarikan mobil terasa berat dan konsumsi bahan bakar meningkat.

Untuk mengatasinya, cek dan bersihkan busi setiap servis berkala. Kalau sudah berumur lebih dari 20.000 km, sebaiknya ganti sekalian dengan busi baru yang sesuai spesifikasi Toyota Avanza.

4. Throttle Body dan Injektor Kotor

Ilustrasi servis mobil. (Dok. Auto2000)

Salah satu biang kerok lain dari mesin ngelitik dan bergetar ada di bagian throttle body dan injektor. Kedua komponen ini mengatur aliran udara dan bahan bakar ke ruang bakar. Kalau banyak kotoran menempel, campuran udara dan bahan bakar jadi nggak seimbang sehingga terlalu miskin (lean mixture) atau terlalu kaya (rich mixture).

Hasilnya, mesin jadi susah langsam, idle nggak stabil, bahkan bisa muncul bunyi ngelitik saat mobil menanjak atau akselerasi.

Baca juga: 5 Cara Merawat Mesin Mobil LCGC Supaya Tetap Irit dan Efisien: Wajib Kamu Perhatikan!

Solusinya cukup efektif: lakukan pembersihan throttle body dan injektor setiap 10.000–20.000 km. Banyak bengkel resmi Toyota sudah menyediakan paket servis injektor lengkap yang bisa mengembalikan performa mesin seperti baru lagi.

5. Sensor Detonasi (Knock Sensor) Bermasalah

Kenali 5 Tanda Mobil Butuh Servis. (ANTARA/ Sizuka)

Toyota Avanza dilengkapi dengan knock sensor yang berfungsi mendeteksi gejala ngelitik lebih awal dan menyesuaikan waktu pengapian agar mesin tetap halus.

Tapi kalau sensor ini rusak atau tidak membaca dengan benar, ECU (komputer mesin) jadi nggak bisa menyesuaikan waktu pengapian, sehingga suara ngelitik makin sering muncul.

Baca juga: 5 Keuntungan Remap Ecu Innova Reborn Diesel , Tenaga Mesin Meningkat!

Biasanya gejala ini disertai lampu indikator mesin menyala di dashboard. Kalau sudah begini, sebaiknya segera bawa ke bengkel untuk diagnosa ECU. Kadang cukup dibersihkan atau dikalibrasi ulang, tapi kalau rusak, sensor perlu diganti supaya sistem pembakaran kembali normal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU