INDOZONE.ID - Setiap musim hujan tiba, genangan air di jalanan jadi momok bagi banyak pengendara. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah risiko mobil mogok saat melewati banjir.
Seiring meningkatnya popularitas kendaraan listrik, muncul pertanyaan penting di benak banyak orang, apakah mobil listrik tahan air dan lebih aman digunakan di tengah banjir dibandingkan mobil bensin? Ini penjelasannya.
Perbedaan Mobil Listrik dan Bensin saat Banjir
1. Perbedaan Mesin Faktor Utama
Untuk memahami perbedaan mobil listrik dan bensin saat banjir, kita perlu melihat cara kerja keduanya. Mobil bensin mengandalkan mesin pembakaran internal (ICE) yang beroperasi dengan bahan bakar seperti bensin atau solar.
Di dalamnya ada banyak komponen terbuka, seperti sistem pembakaran, saluran udara, dan pembuangan gas. Semua bagian ini sangat rentan jika terendam air.
Sementara itu, mobil listrik (EV) digerakkan oleh motor listrik yang mendapatkan tenaga dari baterai. Motor listrik dan sistem kelistrikannya umumnya terpasang dalam wadah tertutup dan dilapisi segel kedap air.
Baca juga: 4 Cara Aman Mobil Listrik Terjang Banjir, Jangan Panik Tetap Hati-Hati!
Jadi secara desain, mobil listrik memang memiliki perlindungan lebih baik terhadap risiko kerusakan akibat air.
Namun, tetap perlu diingat bahwa tidak semua mobil listrik punya tingkat ketahanan yang sama. Jika air terlalu tinggi hingga mencapai komponen utama, baik mobil bensin maupun listrik bisa mengalami kerusakan serius.
2. Baterai Mobil Listrik Dirancang Lebih Aman dan Kedap Air
Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah tingkat keamanan mobil listrik saat banjir, terutama pada bagian baterainya. Banyak orang khawatir air bisa menyebabkan korsleting atau bahkan kebakaran pada baterai lithium-ion.
Untungnya, produsen mobil listrik masa kini sudah mengantisipasi hal itu. Baterai EV dilindungi dengan casing khusus yang tahan air, lengkap dengan sistem pemutus sirkuit otomatis. Fitur ini akan bekerja ketika terdeteksi adanya korsleting atau gangguan kelistrikan.
Dibanding mobil bensin yang bisa langsung mogok begitu air masuk ke ruang mesin, mobil listrik lebih tahan air dan punya sistem keamanan berlapis. Namun tetap saja, bukan berarti mobil listrik bisa bebas menerjang banjir tanpa risiko.
Baca juga: 5 Cara Pintar Periksa Mobil Bekas Banjir yang Perlu Kamu Pahami, Jangan Sampai Terkecoh Hal Ini!
3. Sistem Penggerak Roda dan Torsi yang Lebih Stabil
Selain perlindungan pada baterai, mobil listrik juga unggul dalam hal pengendalian di jalanan licin atau tergenang air. Banyak model EV kini dilengkapi dengan sistem penggerak semua roda (AWD) yang memudahkan distribusi tenaga ke setiap roda.
Karena motor listrik menghasilkan torsi instan, mobil listrik lebih responsif dan stabil saat melintasi jalan licin. Hal ini memberikan keunggulan tersendiri dibanding mobil bensin dengan penggerak roda depan (FWD) atau belakang (RWD).
Meski demikian, apakah mobil listrik tahan air sepenuhnya? Tidak juga. Jika genangan terlalu dalam dan menutupi seluruh roda atau bahkan mencapai baterai, risiko kerusakan tetap ada. Mobil listrik tetap perlu dikemudikan dengan hati-hati, apalagi di area rawan banjir.
4. Mobil Listrik Lebih Aman, Tapi Bukan Berarti Bebas Risiko
Secara keseluruhan, tingkat keamanan mobil listrik saat banjir memang lebih tinggi dibandingkan mobil bensin. Desain kedap air, sistem penggerak modern, dan fitur keamanan otomatis menjadikannya lebih siap menghadapi kondisi ekstrem.
Namun, baik mobil listrik maupun bensin sama-sama bisa rusak jika terendam air terlalu lama. Genangan tinggi tetap bisa menimbulkan kerusakan pada sistem elektronik, kelistrikan, atau motor penggerak.
Jadi, meski mobil listrik lebih aman dari sisi perlindungan terhadap air, sebaiknya hindari memaksa kendaraan menembus banjir dalam. Lebih baik menunggu air surut demi menjaga keawetan kendaraanmu.
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa mobil listrik memang lebih tahan air dibanding mobil bensin, berkat desain tertutup dan sistem perlindungan yang canggih.
Namun, tingkat keamanan tersebut tetap bergantung pada kedalaman air dan kondisi kendaraan. Tetap waspada dan jangan memaksakan kendaraanmu melintasi banjir tinggi demi menghindari kerusakan yang tidak diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com