INDOZONE.ID - Warga Jawa Timur digemparkan dengan adanya wabah motor brebet diduga akibat BBM jenis Pertalite.
Lantas, brebetnya motor ini apakah ada kaitanya dengan kandungan etanol?
Pakar ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menanggapi terkait polemik hal tersebut. Dia meyakini jika tidak benar motor brebet massal akibat kandungan etanol.
"Saya rasa nggak benar ya. Jadi yang sekarang ini itu menggunakan E5 sebenarnya bukan Pertalite, tapi Pertamax Green dengan campuran etanol 5 persen. Rencananya akan naik jadi 10 persen. Pertalite saya kira tidak (menggunakan etanol)," kata Fahmy seperti dikutip pada Jumat (31/10/2025).
Baca juga: UB Bongkar Penelitian Campuran Etanol ke BBM yang Sudah Ada Sejak 1980-an, Begini Hasilnya!
Dia mengatakan, untuk mengetahui pasti sebab motor brebet massal di Jawa Timur ini harus dibuktikan secara laboratoris agar hasilnya akurat.
Terkait dugaan pencampuran Pertalite dengan bahan lain hingga memicu kerusakan mesin dikatakannya belum dapat dibuktikan.
Sedangkan berkaitan dengan rencana pencampuran etanol pada BBM, dia menyetujuinya. Namun, yang perlu dicatat menurutnya tidak semua jenis BBM harus dicampur etanol agar masyarakat mempunyai pilihan.
"Saya mendukung E10, tapi jangan diwajibkan semua BBM dicampur etanol. Jangan sampai konsumen tidak punya pilihan," ucapnya.
Di sisi lain, pakar ekonomi, Dr Rudy Badrudin dari STIE YKPN Yogyakarta mengatakan ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kendaraan brebet, mulai dari BBM atau bahkan dari motor itu sendiri
"Apakah karena disebabkan oleh BBM-nya atau memang aspek lain? Barangkali motornya dan seterusnya," Rudy.
Untuk itu, Rudy menyoroti pentingnya pihak terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan lapangan.
Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah yang menerjunkan tim khusus untuk menginvestigasi masalah ini.
"Kalau nggak direspons nanti akhirnya menjadi bumerang bagi masyarakat sendiri untuk tidak mengkonsumsi BBM dari Pertamina," katanya.
Baca juga: Campuran Etanol 10 Persen di BBM, Aman Nggak Buat Mesin Kendaraan? Ini Kata Ahli
Dinilai Permainan Isu
Guru Besar Kebijakan Publik UGM, Prof Wahyudi Kumorotomo menyatakan isu Pertalite dicampur etanol hingga merusak kendaraan bahkan dinilai merupakan informasi menyesatkan.
Menurutnya, isu tersebut berpotensi dimainkan oleh pihak tertentu yang merasa kepentingannya terganggu terutama dalam rantai impor migas.
"Saya melihat kemungkinan besar itu ada orang-orang yang merasa diganggu kepentingannya di antara mafia gas atau mafia minyak, itu yang kemudian melawan balik. Mereka bisa mengerahkan buzzer, membayar miliaran sehari juga kuat," kata Wahyudi.
Dia menilai isu viral seperti ini bisa dijadikan senjata bagi para kelompok yang merasa dirugikan akibat penertiban mafia migas. Untuk itu, dia menilai pemerintah kini harus merespon cepat isu tersebut agar isu itu tidak semakin liar.
"Pemerintah punya instrumen banyak. Untuk melawan hoax, salah satunya pemerintah bisa menutup IP dari penyebar hoax. Kominfo bisa dikerahkan," ucapnya.
Sebelumnya belakangan ini motor warga mogok dan brebet secara massal di sejumlah daerah di Jawa Timur hingga viral di media sosial.
Sejumlah motor tersebut rusak usai menenggak BBM jenis Pertalite yang kemudian dinarasikan ada campuran etanol dalam BBM tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan